PERCOBAAN PEMERKOSAAN

Mau Daftarkan Anaknya ke SMA 1 Batam, Wanita Ini Nyaris Jadi Korban Perkosaan

Kriminal | Kamis, 09 Juli 2020 - 06:12 WIB

Mau Daftarkan Anaknya ke SMA 1 Batam, Wanita Ini Nyaris Jadi Korban Perkosaan
Hilmi Heptana, pelaku percobaan pemerkosaan terhadap wali murid di SMAN 1 Batam dimintai keterangan di Mapolsek Sekupang, Rabu (8/7/2020) pagi. (YOFI YUHENDRI/BATAMPOS.IC)

BATAM (RIAUPOS.CO) - Seorang wali murid yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Batam di Sekupang berinisial S, nyaris menjadi korban pemerkosaan, Selasa (7/7/2020) siang. Wanita 40 tahun ini dipaksa untuk melayani hasrat seksual pelaku di dalam lingkungan sekolah.

Hilmi Heptana, pelaku percobaan pemerkosaan, mengaku melakukan aksinya dengan spontan. Saat itu ia melihat kedatangan wali murid berinisial S tersebut yang mengenakan pakaian gamis hitam.

“Orangnya (korban, red) cantik, seksi juga. Jadi tergiur saja, sehingga spontan melakukan,” ujar Hilmi yang ditemui di Mapolsek Sekupang, Rabu (8/7/2020) pagi.


Hilmi diketahui kerap mengunjungi SMAN 1 untuk berolahraga. Selain itu, dia juga membantu orangtuanya berjualan di kantin.

“Saya jalan-jalan, sering olahraga di sana,” kata warga Patam Lestari, Sekupang ini.

Pria 24 tahun ini menjelaskan kedatangan korban ke sekolah tersebut untuk mengkonfirmasi terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk anaknya. Kemudian, korban bertemu pelaku.

“Dia (korban, red) nanya ke saya. Gimana cara masukin anaknya ke sekolah ini. Saya tunjukin, kemudian dia ikut saya,” ungkapnya.

Hilmi mengaku sengaja mengajak korban menuju gudang sekolah yang terletak di bagian belakang. Kemudian, ia memaksa korban untuk membuka pakaian.

Atas kejadian itu, jajaran Polsek Sekupang mengamankan Hilmi.

“Jadi saat korban datang, pelaku menghampiri dan berpura-pura akan membantu anak korban untuk masuk ke sekolah ini,” ujar Risma, wali murid lainnya, sekaligus saksi peristiwa tersebut.

Di dalam lingkungan sekolah, pelaku mengajak korban menuju gudang yang berada di belakang sekolah. Kemudian, pelaku langsung membuka pakaian dan juga memaksa korban membuka pakaian. 

”Di dalam gudang, korban berpura-pura akan menutup pintu. Akhirnya bisa melarikan diri,” kata Risma.

Pelaku sendiri diketahui sebagai anak pemilik warung di kantin sekolah tersebut. Diduga, pria 24 tahun tersebut mengalami gangguan jiwa.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan mengatakan sudah mengamankan pelaku. “Masih kami periksa,” ujarnya.

Sumber: Batampos.id
Editor: Hary B Koriun



youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-09.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com