Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenhaj Pantau Terus Kondisi JCH Kuansing

D
Penulis: Desriandi Candra❯
Jemaah Calon Haji Kuantan Singingi menghadiri Pengajian bersama Syekh Dr Ariful Bachri di Pintu 19 Masjid Nabawi, Sabtu (2/5/2026). Foto Kemenhaj Kuansing
Jemaah Calon Haji Kuantan Singingi menghadiri Pengajian bersama Syekh Dr Ariful Bachri di Pintu 19 Masjid Nabawi, Sabtu (2/5/2026). Foto Kemenhaj Kuansing

Advertisement

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kuansing yang sudah berada di Kota Madinah tengah menjalankan ibadah Arbain, salat berjamaah bersama imam Masjid Nabawi selama delapan hari. 

Selain itu, JCH juga mengikuti kajian manasik haji di Masjid Nabawi. Setelah itu, baru JCH Kuansing akan bertolak ke Makkah untuk mengerjakan umrah wajib dengan mengambil Miqad (tempat berniat umrah) di Masjid Bir Ali. 

"Jemaah ada di Madinah. Melaksanakan ibadah Arbain, salat lima waktu, mengikuti kajian manasik haji dan ibadah lainnya," sebut Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis SAg MPd, Sabtu (2/5/2026). 

Kemenhaj Kuansing, akan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan jemaah Kuansing. Baik yang ada di tanah suci Madinah dan Makkah maupun yang sekarang masih dirawat. 

Untuk JCH Kuansing, Tuyem dari Beringin Jaya Kecamatan Singingi Hilir yang di rawat di Awalbros Botanis 2 Batam, Kepri, masih dalam proses pemulihan. Dan belum memenuhi standar kesehatan penerbangan. 

Advertisement

Untuk kajian manasik haji, ustadz yang dibolehkan memberikan pengajian resmi di Masjid Nabawi adalah mereka yang telah lulus seleksi ketat dari pengelola masjid (Diwan) dan universitas terkemuka, seperti Universitas Islam Madinah (UIM). Salah satu pengisi kajian rutin berbahasa Indonesia yang resmi adalah Ustadz Dr Ariful Bahri MA.

Ustadz yang mengajar adalah penceramah yang ditunjuk resmi, bukan sembarang orang yang membuka kajian. Penceramah tersebut seringkali bergelar doktor atau akademisi dari UIM yang diseleksi langsung. Kajian Bahasa Indonesia yang disampaikan Ustadz Ariful Bahri, pria asal Riau, adalah salah satu penceramah tetap berbahasa Indonesia yang mulai mengajar sejak 2019 di area Pintu 19, Masjid Nabawi.

Materi kajian, fokus kajian umumnya mengenai manasik haji, umrah, akidah, dan motivasi berbuat kebaikan, sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Kajian rutin sering diadakan di area Pintu 19 (atau di antara Pintu 16-22) setiap hari setelah Salat Maghrib hingga menjelang Isya.

Pengajaran di Masjid Nabawi diawasi dengan ketat oleh otoritas Arab Saudi untuk memastikan kesesuaian ajaran, dan hanya pengajar yang memiliki izin resmi (taskhrih) yang diizinkan untuk memberikan pengajian rutin. "Mudah-mudahan pengkajian ini bermanfaat bagi semua jemaah kita," papar Armadis. 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kemenhaj Kuansing Imbau JCH Fokus Persiapan Armuzna, Terutama Lansia

Kemenhaj Kuansing Imbau JCH Fokus Persiapan Armuzna, Terutama Lansia

Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kuansing, sudah berada di tanah suci Makkah, mereka akan tinggal selama kurang lebih 27 hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer