Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengembangan Kawasan Tepian Narosa Tunggu Penetapan Status KSPN

D
Penulis: Desriandi Candra❯
Pengembangan kawasan Tepian Narosa Telukkuantan tunggu penetapan status KSPN oleh Kementerian Pariwisata RI, Ahad (25/10/2026).(Desriandi Candra/Riaupos.co)
Pengembangan kawasan Tepian Narosa Telukkuantan tunggu penetapan status KSPN oleh Kementerian Pariwisata RI, Ahad (25/10/2026).(Desriandi Candra/Riaupos.co)

Advertisement

 

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Pengembangan kawasan Tepian Narosa Telukkuantan yang diusulkan Pemkab Kuansing ke Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pariwisata RI, masih belum bisa dilakukan. 

Sebab, untuk pengembangan atau penataan kawasan Tepian Narosa Teluk Kuantan dengan menggunakan dana APBN, kawasan Tepian Narosa Telukkuantan terlebih dahulu harus ditetapkan Kementerian Pariwisata RI sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Advertisement

Sementara hingga kini Kementerian Pariwisata RI belum menetapkannya.

"Makanya Pemkab Kuansing, Pak Plt Bupati terus mendorong ini ke pemerintah pusat lewat Kementerian Pariwisata, Kementerian PU, DPR RI, DPD RI sampai ke Kantor Sekretariat Presiden (KSP)," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Kuansing, Ir Emmerson, Ahad (25/10/2026) di Telukkuantan.

Advertisement

Emmerson menjelaskan, usulan pengembangan kawasan Tepian Narosa Teluk Kuantan sudah disampaikan langsung pada Wapres RI Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2025 lalu saat berkunjung menyaksikan even pacu jalur di Tepian Narosa.

Bahkan dari hasil kunjungan bersama Plt Bupati Kuansing H Muklisin, pemerintah pusat lewat Kementerian PU sudah siap menggelontorkan anggaran sekitar Rp120 miliar lebih untuk penataan dan pengembangan kawasan Tepian Narosa Telukkuantan.

"Proseduralnya memang seperti itu. Kawasan Tepian Narosa harus jadi KSPN, baru dana di Kementerian PU itu bisa dikucurkan," ujarnya.

Tim Kementerian PU RI maupun Kementerian Pariwisata, sudah beberapa kali melakukan survei. Mulai pancang start di area jembatan gantung Desa Sawah hingga ke pancang finis arena pacu jalur, bahkan hingga ke jembatan Pulau Bungin.

Pemkab sendiri sudah melengkapi dan menyerahkan segala persyaratan yang diminta. Emmerson berharap, kawasan ini segera ditetapkan sebagai KSPN. Sehingga akan menjadi pusat pariwisata Kuansing maupun Riau serta dapat menumbuhkan UMKM maupun ekonomi masyarakat Kuansing.(dac)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kedua Pelaku Pembawa 2.400 Liter Pertalite Ternyata Sudah Tiga Kali Melakukan Aksinya di Kuansing

Kedua Pelaku Pembawa 2.400 Liter Pertalite Ternyata Sudah Tiga Kali Melakukan Aksinya di Kuansing

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengatakan, kedua pelaku pembawa 2.400 liter Pertalite ternyata sudah 3 Kali melakukan sksinya.

Januari hingga 23 Oktober, 2.145 Unit Rakit PETI di Kuansing Dimusnahkan, 36 Tersangka Diamankan

Januari hingga 23 Oktober, 2.145 Unit Rakit PETI di Kuansing Dimusnahkan, 36 Tersangka Diamankan

Kapolres Kuansing Hidayat Perdana mengatakan dari Januari hingga 23 Oktober, 2.145 unit rakit PETI dimusnahkan, 36 tersangka diamankan.

Tindak Tegas PETI di Tiga Lokasi di Kuansing, Tujuh Rakit Dimusnahkan

Tindak Tegas PETI di Tiga Lokasi di Kuansing, Tujuh Rakit Dimusnahkan

Polsek Cerenti dan Polsek Kuantan Tengah melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di tiga lokasi berbeda

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer