TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Perpacuan jalur hari kedua, Kamis (21/8/2025) di Tepian Narosa Teluk Kuantan, benar-benar menyuguhkan perpacuan yang seru dan menegangkan.
Sebanyak 178 jalur yang belum berpacu dihari pertama, Rabu (20/8/2025) kemarin, hari ini dipacukan sesuai lawan yang sudah ditentukan saat pencabutan undian perpacuan sebelumnya.
Dari 178 jalur yang saling mengadu cepat di sungai Kuantan sepanjang 1 kilometer itu, ada beberapa laga paling ditunggu oleh ratusan ribu penonton yang sejak siang menunggu di sepanjang arena perpacuan dari berbagai daerah di Kuansing.
Ribuan pasang mata tertuju ke arah pancang star. Menunggu jatuhnya bendera merah dan dentuman cagak sebagai tanda sah dilepasnya pacu dua buah jalur.
Laga perpacuan jalur yang ditunggu-tunggu penonton adalah perpacuan sang "jendral" Tepian Narosa Teluk Kuantan, Siposan Rimbo dari Kecamatan Pangean.
Pasalnya, Siposan Rimbo pada tahun 2025 ini memilih tidak turun dalam pacu jalur rayon yang digelar. Siposan Rimbo memilih hanya turun di pacu jalur Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Siposan Rimbo, juga dijuluki sang legenda pacu jalur. Pasalnya, jalur ini sudah menyabet empat kali juara di Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Gelar Juara I pertama kali diraihnya pada tahun 2014. Lalu, tahun 2016, 2017, 2018. Siposan Rimbo dari Desa Pauh Angit Kecamatan Pangean ini juga berhasil meraih juara II di Tepian Narosa Teluk Kuantan pada tahun 2013, Juara VIII tahun 2015, Juara IV tahun 2022 dan Juara XII tahun 2023.
Namun kemampuan anak pacuan Jalur Siposan Rimbo di hari kedua ini mendapat lawan tangguh dari Jalur Indragiri Hulu. Yakni Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri tahun 2014 yang merupakan rival lama Jalur Siposan Rimbo.
Beberapa kali, perpacuan Jalur Siposan Rimbo yang mengambil jalan sebelah kiri dan Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri tahun 2014 jalan sebelah kanan pada hilir ke 39.
Siposan Rimbo sejak sah dilepas dari pancang star berusaha mendahului lawannya. Tetapi, Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri 2014 bukan lawan sembarangan. Di pacu jalur di Inhu, dia juga salah satu jalur unggulan.
Sorak sorai penonton riuh dari sepanjang arena. Masyarakat Kuansing bersorak sorai memberikan dukungan penuh pada jalur Siposan Rimbo. Karena perpacuan kali ini adalah perpacuan jalur dua kabupaten. Antara kabupaten induk dan kabupaten anaknya, Kuansing.
Kedua jalur memang berpacu sangat seru. Dayungan anak pacuan kedua jalur, terlihat menimbulkan percikan air dan gelombang sungai Kuantan.
Para penonton yang ada di Desa Seberang Taluk, bahkan turun ke dalam sungai untuk memberikan dukungan. Meski sudah berjuang sekuat tenaga, Jalur Siposan Rimbo harus mengakui ketangguhan Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri.
Jalur Siposan Rimbo akhirnya tumbang pada hari kedua sebagai pahlawan Kuansing di Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Laga seru lainnya adalah antara Jalur Putri Anggun Sibiran Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik yang ditantang Jalur Siligi Biso Pulau Kiambang Desa Sampu Rago Hulu Kuantan pada hilir ke 26.
Meski anak Pacuan Jalur Silogisme Biso Pulau Kiambang sudah berusaha, tetapi Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang yang merupakan peraih Juara I pacu jalur 2024 lalu, terlalu kuat.
Jalur Siligi Biso Pulau Kiambang harus menyerah di pancang pemisah kelima. Sehingga sang Juara 2024, Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang melaju ke hari ketiga.
Lalu Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari Gumanti Inhu, juga berhasil lolos ke perpacuan hari ketiga setelah mengakhiri perlawanan Jalur Kalajengking Tigo Jumbalang Desa Sungai Manau Kecamatan Kuantan Mudik yang berpacu di hilir ke 61.
Jalur tangguh lain dari Inhu yang berhasil lolos, yakni Jalur Tuah Keramat Sialang Soko Peranap Inhu pada hilir ke 76.
Yang tak kalah menarik adalah jalur pendatang baru dari Kamang Baru Sijunjung, Sumatera Barat pada hilir ke 107.
Meski sebagai pendatang baru di arena perpacuan jalur Tepian Narosa Teluk Kuantan tahun 2025, penampilan anak pacuan Jalur Telabang Sati Miyor Dubalang Hitam yang menjadi satu-satunya dari Sumatera Barat itu cukup menarik perhatian.
Sebab, dia mendapat lawan jalur yang cukup tangguh. Jalur Onggang Parau Desa Kepala Pulau Kecamatan Kuantan Hilir. Jalur Telabang Sati Miyor Dubalang Hitam mampu menang dengan meyakinkan.
Jalur-jalur lain yang juga berhasil lolos, adalah jalur Panglimo Olang Putiah Hulu Kuantan, Jalur Toduang Biso Rimbo Piako Kecamatan Kuantan Mudik, Jalur Batu Lompatan Harimau Kompe Kecamatan Kuantan Mudik, Jalur Lompatan Keramat Panjang Kopah Kuantan Tengah, Jalur Tuah Inayah Mendulang Untung Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah yang juga mantan juara Tepian Narosa Tahun 2007 lalu.
Jalur Rajo Tunggal Rimbo Bunian Desa Seberang Taluk Kecamatan Kuantan Tengah dan beberapa jalur lainnya.
Begitu juga Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah. Jalur yang menjadi tempat tarian togak luan Rayyan Arkan Dikha, yang berpacu pada hilir ke 88 berhasil menumbangkan Jalur Siganteng Ibu Kota dari Desa Sawah Kecamatan Kuantan Tengah.
Tetapi banyak diantara jalur unggulan kalah dan harus "pulang kajang" lebih awal. Dari perpacuan hingga hari kedua, maka di hari ketiga akan berpacu 114 Jalur.
Peraih juara I di Tepian Narosa Teluk Kuantan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 80 Juta, ditambah piala bergilir, piala tetap dan tonggol juara.
Juara II, 70 juta ditambah piala dan tonggol juara. Juara III Rp65 juta ditambah piala dan tonggol juara. Juara IV Rp 55 juta ditambah tonggol juara. Juara V Rp50 juta ditambah tonggol juara. Juara VI Rp45 juta ditambah tonggol juara. Juara VII Rp35 juta ditambah tonggol juara.
Juara VIII 25 juta ditambah tonggol juara. Juara IX Rp17,5 juta ditambah tonggol juara. Juara X Rp13,5 ditambah tonggol juara.
Sementara peraih Juara XI-XV, masing-masing berhak mendapatkan uang pembinaan Rp7,5 juta ditambah tonggol juara.
"Jadi ini total dan rincian hadiah yang sudah kita siapkan," kata Sekretaris Panitia Pacu Jalur, Ahmad Herry. (dac)
Editor : M. Erizal