Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jelang Sore Pertalite dan Solar Habis

Redaksi • Rabu, 24 Desember 2025 | 11:41 WIB
Antrian kendaraan berbahan bakar solar di salah satu SPBU di Jalan Soekarno-Hatta,Pekanbaru, Selasa (23/12)
Antrian kendaraan berbahan bakar solar di salah satu SPBU di Jalan Soekarno-Hatta,Pekanbaru, Selasa (23/12)

KUANSING (RIAUPOS.CO) - Antrean panjang kendaraan masih mewarnai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di Riau. Di Kuantan Singingi (Kuansing), tepatnya di tiga SPBU yang beroperasi di wilayah Telukkuantan, Kecamatan Kuantan Tengah Pertalite dan solar sudah habis saat siang menjelang sore.


Kondisi ini terjadi di SPBU Sungai Jering, SPBU Kebun Nenas, dan SPBU Sitorajo Kari, Selasa (23/12). Tiga SPBU ini memang menjadi sasaran pengendara untuk mendapatkan solar dan pertalite.

Dari pantauan Riau Pos, sekitar pukul 08.00 WIB di SPBU Sungai Jering, antrean mobil terlihat mengular hingga penurunan simpang Sekolah Pintar. Apalagi, petugas SPBU sudah memasang pembatas hanya satu jalur untuk pengisian BBM roda empat.

Sedangkan roda enam seperti cold diesel yang antre untuk mendapatkan solar, terpaksa harus antre dari arah berlawanan (arah Pekanbaru). Ini mengingat, posisi SPBU Sungai Jering berada di ruas jalan lintas utama, Telukkuantan-Pekanbaru.

Melihat kondisi itu, Riau Pos yang juga mencoba untuk mengisi pertalite terpaksa mengurungkan niat dan kembali lagi untuk mencoba mendapat pertalite pukul 15.30 WIB, tetapi sudah habis. Pukul 20.00 WIB, Riau Pos mencoba untuk mengecek kembali pertalite di SPBU Sungai Jering. Tetapi yang didapat, pertalite kosong dan pasokan belum masuk. 

Tak hanya pertalite yang kosong, tetapi solar juga demikian. Yang tersedia hanya pertamax 92. Petugas SPBU Sungai Jering, Masran, menjelaskan solar dan pertalite paling dicari pengendara. Namun pasokan yang diterima SPBU Sungai Jering tidak tetap sesuai kuota per hari, yakni masing-masing 16 kiloliter (kl).

“Kalau solar dan pertalite hanya didrop 8 kiloliter, seperti ini. Tak kan sampai malam. Siang menjelang sore sudah habis. Tapi kalau masuk 16 kiloliter, amanlah sampai malam,” ujar Masran.

Menurut penjelasan pihak Pertamina kepada mereka, ini untuk menjaga kuota SPBU agar tidak minus hingga akhir tahun sehingga drop BBM yang di suplai tidak tetap. “Kkami mau bagaimana lagi,” ujarnya. Ditanya kapan BBM masuk, Masran belum bisa memastikan. “Kemungkinan tengah malam masuknya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru bersama tim yustisi untuk turun langsung memantau SPBU-SPBU di Pekanbaru.

Permintaan ini seiring antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular, bahkan menyebabkan kemacetan dua pekan terakhir. Azwendi ingin pemerintah melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

‘’Disperindag dan tim yustisi perlu melakukan pemantauan langsung ke SPBU-SPBU yang beroperasi agar kondisi sebenarnya bisa diketahui dan persoalan antrean BBM dapat segera ditangani dengan baik,’’ kata Azwendi, Selasa (23/12).

Azwendi juga meminta aparat penegak hukum ikut turun melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM di lapangan. Sebab, antrean panjang kendaraan bukan hanya menimbulkan kemacetan tetapi juga berdampak pada ketersediaan BBM non-subsidi yang kerap kosong di SPBU.

‘’Antrean panjang ini menyebabkan kemacetan dan berdampak pada ketersediaan BBM nonsubsidi. Ini harus menjadi perhatian bersama,’’ ujarnya.

Azwendi menilai Pertamina sebagai penyuplai BBM harusnya sudah mengetahui kondisi ini, termasuk wilayah Pekanbaru. Ia berharap ketersediaan dan distribusi BBM bisa dipastikan aman agar antrean tidak terus berlanjut.

Politisi Demokrat ini berharap persoalan antrean BBM tidak berlangsung lama, apalagi ini sudah memasuki akhir tahun. Pihak Pertamina pun diminta memberikan kepastian ketersediaan BBM agar masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang.

‘’Kami berharap antrean BBM ini tidak berkelanjutan, pemerintah dan Pertamina harus bisa memastikan ketersediaan BBM hingga akhir tahun,’’ tuturnya.(dac/end)

Editor : Bayu Saputra
#bbm #antrian BBM #antrian solar