TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kondisi jembatan darurat Sungai Sinambek yang menghubungkan ibu Kota Teluk Kuantan-Desa Pulau Kopuang Kecamatan Sentajo Raya, kondisinya semakin parah dan membahayakan pengendara.
Tetapi dari pantauan Riaupos.co, Senin (2/2/2026) siang di lokasi, pengendara tetap saja nekat melintasi. Baik roda dua, roda empat bahkan ada cold disel.
Padahal, bantalan besi baja dan plat baja jembatan beberapa batang dan lembar sudah mengangga. Lepas dari lasnya.
Sehingga saat dilewati getaran kuat dan bergerak sehingga membahayakan pengendara. Bahkan informasi di lapangan, sebuah minibus tadi pagi masuk ke lubang bagian jembatan yang mengangga.
Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer ST yang dikonfirmasi Roaupos.co mengatakan, sudah mendapatkan laporan kondisi terakhir jembatan Sungai Sinambek itu. Bahkan Kabid Bina Marga Faisal, sudah turun ke lokasi melihat kondisi jembatan.
Melihat kondisi seperti itu, Dinas PUPR Kuansing meminta para pengendara roda dua, apalagi roda empat dan mobil cold disel, tidak melintasi ruas jalan itu dan jembatan sungai Sinambek.
Sebaliknya bisa melewati ruas jalan alternatif lainnya menuju Teluk Kuantan. "Kami menyarankan, pengendara tidak melintasi jembatan sungai Sinambek. Sebab kondisinya yang tidak memungkinkan untuk dilewati sekarang," ujarnya.
Ia juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kuansing untuk menutup ruas jalan itu.
Jembatan sungai Sinambek ini, kata Ade Fahrer, akan diperbaiki di tahun 2026 ini. Dimana sudah dialokasikan anggaran Rp8 miliar di dalam APBD Kuansing 2026 ini. "Jembatan ini akan kita bangun baru di 2026 ini juga," katanya lagi.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penutupan ruas jalan melewati jembatan sungai Sinambek.
"Dan personel kami sudah memasang water barrier sebelum jembatan. Tanda tidak boleh dilalui lagi sementara waktu," kata Hendri.
Siang ini, lanjut Hendri, Dishub akan memasang spanduk penutupan jalan dan pengalihan kendaraan ke ruas jalan lain alternatif lainnya. (dac)
Editor : M. Erizal