Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan di Tanah Kuantan

Desriandi Candra • Selasa, 17 Februari 2026 | 10:29 WIB
Isril bersama istri tengah memanjatkan doa di makam ibunya saat berziarah di pemakaman Dagang Simpang Tiga Teluk Kuantan, Selasa (17/2/2026) pagi.
Isril bersama istri tengah memanjatkan doa di makam ibunya saat berziarah di pemakaman Dagang Simpang Tiga Teluk Kuantan, Selasa (17/2/2026) pagi.

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Ramadan bila tidak ada aral melintang tinggal dua hari ke depan. Sebelum memasuki bulan Ramadan atau bulan puasa di Kabupaten Kuansing, tanah Kuantan, ada tradisi ziarah kubur.

Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang tiga sampai satu hari menjelang bulan Ramadan.

Masyarakat Kuansing biasanya datang ke pemakaman orang tua dan keluarga lainnya. Tidak saja anak atau cucu yang ada di kampung halaman tapi yang di perantauan juga pulang ke kampung halaman.

Mereka berkumpul membersihkan rumput dan ilalang, menabur bunga berbagai rupa, membacakan ayat suci Al-Qur'an dan memanjatkan doa pada Allah SWT.

Ini pun terlihat di beberapa titik pemakaman yang ada di Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah. Seperti pemakaman Tobek Godang, pemakaman Tobek Sontual Desa Koto Taluk maupun pemakaman Dagang di Kelurahan Simpang Tiga Teluk Kuantan, Selasa (17/2/2026).

Isril dan istrinya, terlihat khusuk memanjatkan doa di makam ibunya yang sudah lama meninggal dan di makamkan di Pemakaman Dagang Simpang Tiga Teluk Kuantan, (17/2/2026) pagi.

Usai memanjatkan doa, pria yang sudah berusia 61 tahun dan tinggal di Perumnas Desa Koto Taluk mengatakan, ia dan istrinya datang ke Pemakaman Dagang memang untuk berziarah ke makam ibunya yang sudah lama wafat.

Sebelum memanjatkan doa, Isril membersihkan rerumputan di makam orang tuanya dengan mesin pemotong rumput. Ziarah itu rutin yang ia lakukan setiap tahun bersama istrinya sebelum bulan puasa.

"Ibu kami ini meninggal di sini dan bapak di kampung, Singkarak Sumatera Barat, dan ibu wafat sebelum bapak," ujarnya.

Orang tua laki-lakinya wafat di kampung ketika sakit, sehingga ia pun di makamkan di kampung halaman.

Di balik pemakaman kedua orang tuanya yang terpisah dan berjarak, punya hikmah bagi keluarga mereka.

Sebab, tak jarang keluarga dari Sumatera Barat datang ke Teluk Kuantan untuk berziarah ke makam ibu mereka. Sebaliknya, terkadang mereka yang pulang kampung ke Singkarak untuk berziarah ke makam orang tua laki-laki mereka. Sehingga hubungan silaturahmi keluarga tetap terjaga.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Kuansing, Ir Emmerson, Ziarah Kubur memang sudah menjadi tradisi dan kebiasaan di Kabupaten Kuansing. Umumnya, Ziarah Kubur dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Tetapi ada juga yang melakukan pada saat Idul Fitri. "Ini memang kebiasaan dan tradisi masyarakat kita saat akan menyambut bulan Ramadhan," ujarnya.

Masyarakat Kuansing yang ada di perantauan, kata Emmerson, biasanya pulang kampung. Mereka pulang kampung hanya untuk berziarah ke makam orang tuanya dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga.

"Ini tradisi yang positif. Sebab, bermanfaat juga untuk saling bersilaturahmi," katanya. (dac)

Editor : M. Erizal
#ziarah jelang ramadan #ziarah kubur #kuansing #ramadan