TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kuansing menegaskan, meski bulan Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat, tetap berjalan.
Hanya saja metode dan menu makanan yang diberikan pada 25.662 orang anak di Kabupaten Kuansing yang mendapatkan manfaat program MBG ini, berbeda dari hari biasanya.
Tidak lagi dalam bentuk nasi dan lauk pauk serta sayuran yang diberikan saat jam belajar, tetapi MBG yang diberikan dalam bentuk menu makanan olahan sehat. Program ini kembali dijalankan saat anak-anak mengikuti pembelajaran pekan depan.
Misalnya saja, telur asin, buah-buahan, roti olahan sehat dari UMKM yang menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dendeng kering, abon dan lainnya dengan tetap memperhatikan standar gizi berimbang dan sehat yang di standarkan oleh BGN.
"Jadi modelnya menunya selama Ramadan berbeda dari hari-hari belajar mengajar sebelum Ramadan. Standar kesehatan dan gizi berimbang, tetap dilakukan," ungkap Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kuansing, Rosi Fadli pada Riaupos.co, Jumat (20/2/2026).
Sementara pelaksanaan di lapangan tetap melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada. Kabupaten Kuansing sendiri sekarang ini, sudah memiliki 16 SPPG yang tersebar di tujuh kecamatan. Sementara delapan kecamatan lainnya dalam progres rehab/pembangunan dapur SPPG. Ia menargetkan di Maret 2026 ini semua SPPG sudah menjangkau semua kecamatan di Kuansing.
16 SPPG yang sudah beroperasi itu masing-masing SPPG Koto Taluk Kuantan Tengah 01 sebanyak 3.012 orang anak penerima manfaat. SPPG Koto Taluk Kuantan Tengah 02 sebanyak 2.538 orang anak.
SPPG Sumber Jaya Singingi Hilir sebanyak 2.627 orang, SPPG Air Emas Singingi sebanyak 2.132 orang, SPPG Bukit Pedusunan Kuantan Mudik 2.464 orang.
SPPG Pintu Gobang Kari Kuantan Tengah 1.814 orang, SPPG Polres Kuansing 1.921 orang, SPPG Beringin Jaya Sentajo Raya 1.340 orang, SPPG Pisang Berebus Toar 832 orang, SPPG Pulau Padang Singingi 910 orang.
SPPG Sei Jering Kuantan Tengah Rusli Assaadah 1.379 orang, SPPG Sungai Sirih Singingi 1.205 orang, SPPG Muara Langsat Sentajo Raya 789 orang.
SPPG Hulu Teso Logas Tanah Darat 971 orang, SPPG Banjar Padang Kuantan Mudik 975 orang dan SPPG Bukit Pedusunan 02 Kuantan Mudik 753 orang.
"Totalnya sekarang itu 25.662 orang yang mendapatkan manfaat MBG se-Kuansing. Dan ini jauh mengalami perkembangan," ujar Rosi.
Rosi mengatakan, untuk membentuk SPPG, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Memiliki dapur, sarana dan prasarana dapur dan makanan yang harus sesuai standar dari program MBG. SPPG wajib mengantongi Sertifikiat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). "Ini wajib dan utama,"kata Rosi.
Sejauh ini, papar Rosi, pelaksanaan MBG di Kabupaten Kuansing yang dimulai sejak Februari 2025 lalu berjalan baik. Belum ada kasus keracunan makanan yang terjadi pada anak selama program bergulir.
Dimana menu makanan yang diberikan pada anak, harus dilakukan pengecekan oleh ahli gizi, sesuai standar kesehatan. "Hanya saja untuk buah-buahan agak kesulitan. Karena ketersediaan buah yang terbatas di Kuansing," ujarnya.
Ia berharap, program MBG di Kuansing sesuai target nasional bisa memberikan dampak positif pada anak. Anak mendapatkan asupan gizi yang cukup saat di sekolah.
Editor : Rinaldi