TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Tidaklah sulit bagi jemaah untuk menemukan Masjid Agung Ar Raudhah Kabupaten Kuansing. Lokasinya berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Proklamasi Nomor 1, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah.
Para jemaah atau pendatang dari luar Kuansing yang ingin melaksanakan ibadah sambil santai dari Pekanbaru, ketika memasuki Telukkuantan akan menemukan Tugu Cerano. Posisinya berada di sebelah kanan beberapa puluh meter setelah Tugu Cerano.
Sejak Ramadan pertama, Kamis (19/2), Masjid Agung Ar Raudhah terlihat lumayan ramai dibandingkan hari-hari biasa. Berdiri di atas lahan yang luas, dilengkapi pohon pelindung, tempat salat yang lapang, dan selasar yang mengelilingi, masjid ini menjadi pilihan yang tepat untuk beribadah.
Banyak jemaah yang datang untuk melaksanakan salat fardu hingga sunat tarawih, dan witir berjemaah. Ada juga yang membaca ayat suci Al-Qur’an sebelum masuk waktu salat fardu maupun sesudah salat. Wakil Ketua II Pengurus Masjid Agung Ar Raudhah Kuansing Suryawan mengatakan, ini mulai dibangun pada tahun 2010.
Pembangunannya merupakan bagian dari persiapan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se-Riau daratan pada Oktober 2010 silam, pada masa pemerintahan Bupati H Sukarmis-Wakil Bupat H Mursini.
Sejak itu, masjid ini berkembang menjadi simbol penting keagamaan dan sosial di wilayah Kuansing. ‘’Jadi dulu pemkab (pemerintah kabupaten) membangun sebagai bagian persiapan MTQ Riau daratan di Kuansing pada 2010 lalu,’’ papar Suryawan, Senin (23/2).
Masjid ini dibangun di atas lahan lebih kurang 32.000 meter per segi. Dengan luas bangunan mencapai 2.400 meter persegi. Masjid Agung Ar Raudhah mampu menampung sekitar 2.200 orang jemaah. Arsitektur bangunan masjid yang megah dan terbesar di Kabupaten Kuansing ini, terinspirasi dari Timur Tengah.
Terlihat dari desain kubah yang khas dan penataan ruang yang lapang. Kubahnya berwarna cerah dengan beberapa elemen pendamping, memberikan kesan megah dan elegan. Masjid Agung ini dilengkapi dengan empat menara yang berdiri tegak dan tinggi menjulang di empat sisi.
Masjid ini dilengkapi dengan tempat wudu laki-laki dan perempuan, kamar mandi/WC, pembangkit listrik/genset, sound system, multimedia, AC, kantor sekretariat, area parkir yang luas, akses internet serta taman dan area terbuka untuk jemaah.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan umat, seperti pengajian rutin, kegiatan pendidikan Islam, dakwah dan tablig akbar. Menjadi tempat program pemberdayaan zakat, infak, dan wakaf. Semua ini menjadikannya pusat kehidupan keagamaan masyarakat muslim di Kuansing.
Masjid Agung Ar Raudhah Kuansing juga berperan sebagai landmark religius di ibu kota Kabupaten Kuansing. Rujukan pusat ibadah dan kegiatan keagamaan besar lainnya. Sebagai masjid agung di Kabupaten Kuansing, masjid ini juga mendapatkan bantuan perawatan dan operasional dari Pemkab Kuansing.
Kabag Kesra Setda Kuansing Fiskal Dermawan menjelaskan, untuk pemeliharaan atau perbaikan fasilitas masjid yang rusak, dilakukan lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing. Sementara untuk biaya operasional, takjil seperti di bulan Ramadan ini, ditanggulangi oleh Pemkab Kuansing. ‘’Masjid Ar Raudhah menjadi pusat keagamaan terbesar di Kabupaten Kuansing dan menjadi perhatian pemkab,’’ ujarnya.(das)
Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan
Editor : Arif Oktafian