TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - JEMBATAN Sungai Sinambek yang menjadi jalur lingkar penghubung Desa Muaro Sentajo-Desa Pulau Komang Sentajo-Desa Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya dan sekitarnya, yang sempat ditutup total oleh Dinas Perhubungan bersama Dinas PUPR dan Sat Lantas Polres Kuansing, 26 Februari 2026 karena kondisinya yang rusak parah, ternyata sudah dibuka warga.
Dari pantauan Riau Pos, Rabu (4/3) di lokasi, spanduk panjang berisikan larangan melintas dan water barrier yang dipasang di bagian depan dan belakang jembatan, tak terlihat lagi dan sudah menghilang. Spanduk dibuang di pinggir jalan.
Yang mengejutkan, jembatan itu sudah ditimbun dengan tanah. Bahkan kendaraan roda dua, roda empat dan coldiesel terlihat di atas jembatan yang sudah ditimbuni tanah itu.
Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan warga pada pemerintah yang lamban dalam penanganannya. Sementara, jembatan itu menjadi sarana vital bagi masyarakat Kuansing. Para pegawai, petani, sopir dan lainnya, lebih memilih jalan ini daripada melewati jalan poros Telukkuantan-Cerenti atau jalan alternatif lainnya. Sebab, rentang waktu yang jauh lebih singkat bila melewati jalan ini. Editor : Arif Oktafian