TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) masih menggiurkan di masyarakat Kuansing sebagai mata pencaharian. Padahal aktivitas PETI sudah banyak menelan korban jiwa. Kali ini, peristiwa memilukan itu menimpa seorang pelajar berusia 15 tahun di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Sabtu (7/3) sore meninggal dunia akibat tertimpa longsor PETI.
Korban melakukan PETI dibekas aktivitas PETI di Kecamatan Gunung Toar, korban tertimbun tanah yang tepat berada di atasnya. Meski sempat ditolong warga dan dibawa ke rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia.
‘’Saya turut berduka cita dengan peristiwa ini. PETI kembali menelan korban. Kali ini malah menimpa anak remaja,’’ ujar Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH saat dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (8/3).
Kapolres Hidayat Perdana menjelaskan, Sabtu (7/3) sekitar pukul 15.00 WIB korban pergi dengan temannya menggunakan sepeda motor ke lokasi tersebut.
Mereka mencoba mencari emas secara manual menggunakan dulang dan sekop. Saat bekerja melakukan urukan tanah bahan dulang, tanah yang berada di atas korban longsor dan menimbunnya. Editor : Arif Oktafian