PILKADA KUANSING 2020

Tegas, IKKS Lahir Bukan untuk Berpolitik

Kuantan Singingi | Jumat, 03 Juli 2020 - 02:28 WIB

Tegas, IKKS Lahir Bukan untuk Berpolitik
Ir Mardianto Manan MT.(DOK.RIAUPOS.CO)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pasca pernyataan sejumlah pengurus inti Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru, yang akan mendukung salah satu bakal calon di Pilkada Kuansing 2020, terus mendapat reaksi beragam.

Ir Mardianto Manan MT, salah tokoh masyarakat Kuansing yang ikut "membidani" lahirnya IKKS Pekanbaru, langsung bereaksi keras.

Secara terang-terangan tokoh Kuansing yang satu ini menulis di dinding Facebooknya dengan tulisan "Jika lah IKKS bergabung mendukung salah satu calon bupati, maka sayalah orang pertama yang harus KELUAR dari Ikks Pekanbaru". 

Mardianto Manan yang dihubungi, Kamis (2/7/2020) terkait tulisan di dinding Facebook nya mengatakan, kalau tulisan itu ia buat bukan tanpa alasan. Sebagai orang yang ikut membidani lahirnya IKKS Pekanbaru bersama sejumlah tokoh Kuansing lainnya di Pekanbaru, tujuannya adalah sebagai organisasi paguyuban, tempat berkeluh kesah, tempat mengadu dengan niniak mamak dan tempat membela anak kemenakan bukan untuk berpolitik.


Buktinya, anak cucu kemenakan Kuansing dulu ada masalah, terkena molotov, IKKS Pekanbaru turun sebagai bentuk menjaga marwah Kuansing. Tapi ketika zaman itu, ia bersama Prof Aras Mulyadi memimpin IKKS Pekanbaru, ketika masa politik, tidak pernah IKKS berpihak-pihak pada calon tertentu.

Karena IKKS Pekanbaru sebagai organisasi terdiri dari anak cucu kemenakan yang beragam suku bangsa dan beragam pula rona bendera politiknya. 

"Kalau orang perorang, silahkan. Karena orang punya hasasi berpolitik. Tapi ingat ya, orang. Bukan organisasi. Kalau Mardianto berpolitik, Pak Taswin, Pak Edianus berpolitik memilih si A, Si B, ya silahkan. Tapi kalau organisasi IKKS, diharamkan berpolitik dukung mendukung calon," ujarnya.

Ini dikarenakan para pendukung calon bupati ada semua dan berada di "rumah besar" IKKS Pekanbaru. Kalau ada segelintir pengurus IKKS Pekanbaru ingin menyatakan dukung mendukung, jangan mengatasnamakan dan membawa IKKS Pekanbaru sebagai organisasi paguyuban.

"Karena ada pernyataan dukung mendukung seperti itu, saya keluar dari grup WA IKKS dan mengikrarkan diri tidak sebagai pengurus IKKS Pekanbaru lagi," ujar Anggota Dewan Pembina IKKS Pekanbaru.

Jika memang bertujuan ingin mendengarkan apa visi misi bakal calon yang akan maju, Ia menyarankan seharusnya di undang semuanya bakal calon dan jangan ada pernyataan dukung mendukung.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuansing (Ipmakusi), Wiriyanto Aswir  juga menyayangkan adanya pernyataan di pertemuan tersebut.

Menurutnya, kalau pun ada dukungan pribadi atau personal, sebaiknya tidak di dalam forum-forum resmi.

IKKS harusnya lebih memahami bagaimana posisi yang pas terutama di suasana politik hari ini. IKKS idealnya memangil cucu kemenakan keseluruhan, memberi petatah petiti (nasehat) sehingga Kuansing tetap aman dan damai.

Peran dari IKKS menyejukkan kurang pas , sehingga ada potensi dimanfaatkan pihak lain dengan memelintir pernyataan para petinggi IKKS Pekanbaru sehingga menimbulkan polemik yang kurang sehat di ranah cucu kemenakan.

Ipmakusi sendiri ikut dalam perjuangan-perjuangan tapi tetap menjaga posisi dan porsi yang pas agar organisasi mahasiswa dan pemuda terbesar ini tidak ikut-ikutan dalam Low Politic melainkan High Politic yang yang dinginkan.

Laporan: Desriandi Chandra (Telukkuantan)

Editor: Eka G Putra



youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-04.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com