LADIES

Kanvas Para MUA

Ladies | Minggu, 11 April 2021 - 11:08 WIB

Kanvas Para MUA
(@RADRADINAL)

Sudah satu tahun setengah Shaima menjalani hari-hari sebagai kanvas para Make Up Artist (MUA). Gadis berusia 21 tahun tersebut kerap membagikan potret dirinya setelah didandani oleh para MUA di akun Instagramnya @muse.shaimaderlands. Gadis ini selalu tampak cocok dengan berbagai tampilan make up yang diaplikasikan pada wajahnya.

Shaima menyebutkan bahwa, mulanya ia tidak memiliki pikiran untuk menjadi seorang muse. Namun, karena tawaran dari seorang MUA, ia pun mulai berani mencoba hal tersebut.


Berangkat dari situ, banyak MUA dan fotografer yang akhirnya mengajaknya untuk melakukan sesi pemotretan. Hingga saat ini, Shaima telah didandani oleh banyak MUA ternama. "Cara supaya bisa diperhatikan oleh para MUA adalah dengan memperbagus portofolio. Kalau aku pribadi, cara memperbagus portofolio adalah dengan sering mengunggah Instagram Story dan Instagram Feed dari job aku saat menjadi muse," tuturnya.

Baca Juga : Tidak Sekadar Hobi

Selain memperbagus portofolio, Shaima juga menyebutkan bahwa siapapun yang hendak menjadi muse tidak boleh mudah merasa insecure. Modal terbesar ialah berani untuk tampil di depan umum, berinteraksi dengan banyak orang, dan bekerjasama dengan orang lain. Dengan modal- modal tersebut, selama menjadi muse Shaima telah mendapatkan beberapa pengetahuan baru yang bermanfaat baginya, seperti pengetahuan mengenai make up, fashion, dan fotografi.

Shaima juga menyebutkan beberapa tips dan trik untuk menjadi seorang muse yang baik. Pertama adalah dengan menjaga attitude. Kedua adalah dengan rajin mencoba posepose foto agar tidak kaku saat sedang berada di depan kamera. Shaima juga menuturkan hal membahagiakan selama bekerja menjadi seorang muse dan risiko dari pekerjaannya itu. "Kalau sukanya pertama kita dapat banyak relasi, bisa kenal banyak vendor, ketemu para MUA, fotografer, Wedding Organizer (WO), desainer, dan lain sebagainya. Kedua, kita bisa mendapatkan ilmu baru dan belajar hal baru dari mereka. Kalau untuk duka sebenernya hampir tidak ada, namun lebih ke risiko pekerjaan saja. Setiap pekerjaan pasti ada resikonya, dong, ya. Kalau jadi muse itu awalnya muka aku jadi break out, mungkin karena muka aku masih belum terbiasa.

Akhirnya aku istirahat dari job aku beberapa bulan untuk memulihkan kondisi muka ku. Bersyukur sekarang sudah tidak ada lagi break out. Terus, kalau kerja sambil kuliah itu mau tidak mau harus siap untuk capek, harus punya extra time, ngerjain tugas-tugas kampus bahkan sampai tidak tidur. Oh iya, kalau jadi muse yang punya alis tebal harus siap-siap alisnya dicukur, alisnya tinggal setengah atau benar-benar tinggal segaris.

Beberapa MUA ada yang cukur alis aku supaya make up nya lebih bagus dan rapi. Tapi, aku tidak mempermasalahkan hal ini sih," ujarnya.

Shaima yang saat ini aktif menjadi muse mengaku memiki ketertarikan untuk menjadi MUA karena pekerjaan MUA fleksibel, dapat diatur dan tidak mengikat. Tipe job yang disukai anak muda zaman sekarang nih. Kalau ada yang tertarik mengikuti jejak Shaima, tips dan saran dari finalis Bujang Dara Kecik ini, layak kamu coba.***

Laporan: Siti Azura
Foto: Koleksi Pribadi


Bank BJB




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




EPAPER RIAU POS  2021-06-13.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com