KAMPUNG IKLIM

Libatkan Masyarakat Wujudkan Proklim

Lingkungan | Minggu, 04 April 2021 - 10:50 WIB

Libatkan Masyarakat Wujudkan Proklim
Lurah Tobek Godang Yasir Arafat saat menunjukkan tanaman yang ditanam di aquaponik di Kantor Lurah Tobek Gadang, Jumat (2/4/2021). MUJAWAROH ANNAFI/RIAU POS

(RIAUPOS.CO) - KELURAHAN Tobek Godang, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, ditetapkan sebagai Kampung Iklim (Proklim) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK). Penetapan tersebut  pada Oktober 2020, melalui Surat Keputusan (SK) Menteri LHK Nomor 401/MENLHK/PPI/PPI.0/10/2020.

Proklim sendiri merupakan program berlingkup nasional yang dikelola secara langsung oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Selain itu, salah satu faktor yang menyebabkan perubahan iklim ini bagaimana mengelola sampah di lingkungannya.


Lurah Tobek Godang Yasir Arafat menyebutkan, faktor terpenting dalam mewujudkan Kampung Iklim di kelurahannya adalah masyarakat itu sendiri. Dia bercerita, semua hal dimulai dari diri sendiri. Sejak ia menjabat sebagai lurah pertama di Tobek Godang pada 7 Januari 2017 lalu, ia memulainya dari kantor itu sendiri. Secara bertahap ia mengajak masyarakat untuk menciptakan kebersihan, dan mengikuti berbagi lomba-lomba kebersihan yang diadakan oleh pemerintah.

Tak hanya itu, bersama-sama dengan masyarakat dari 15 RW dan 73 RT, Babinsa, dan Babinkamtibnas, dilakukan gotong-royong, untuk meminimalisir banjir di kelurahan Tobek Godang. “Dulu di sini banjir, kami gotong royong bagaimana agar di sini tidak banjir lagi,” katanya, Kamis (1/4).

Yasir juga terus berinovasi dan mensosialisasikan terkait kebersihan, keindahan, dan ketertiban agar dapat terwujud di kelurahan yang ia pimpin. Berbagai perlombaan juga diikuti dan Tobek Godang berhasil menyabet juara dua lomba K3 selama dua tahun berturut-turut, juara 1 lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Riau tahun 2019. “Kami kerja sama dengan semua stakeholder yang ada, yang terpenting adalah masyarakatnya mau, kami bekerja sama juga dengan RT, RW dan menerapkan PHBS,” ujarnya.

Dikatakan Yasir, sebelum ditetapkan menjadi Kampung Proklim, Kelurahan Tobek Godang sudah melaksanakannya sejak awal. Ia selalu mensosialisasikan ke masyarakat pentingnya menjaga lingkungan. Tak hanya berkata-kata, kantor lurah pun menjadi percontohan agar dapat menggerakkan hati masyarakat.

“Masyarakat meniru dan bertanya, kemudian saya beri informasi, sosialisasi, dan edukasi. Jadi ketika ada pemilihan Kampung Proklim, kami tinggal membuat laporan dan mengisi data saja, karena yang dilakukan selama ini sudah masuk kriteria Kampung Proklim,” urainya.

Di Kampung Iklim, kata Yasir, warga juga diajak untuk melakukan berbagai upaya guna meningkatkan ketahanan pangan. Dalam hal ini, warga diajak bercocok tanam dan beternak sehingga mampu membantu meningkatkan sumber pendapatan. Selain bisa menjadi sumber pendapatan, dengan banyaknya tumbuhan atau tanaman di kawasan pemukiman, maka akan dapat pula mengatasi emisi gas rumah kaca sesuai dengan salah satu sasaran dari Proklim Kementerian LHK.

Dikatakannya, partisipasi warga dalam menyukseskan Kampung Iklim cukup tinggi. Masyarakat juga sangat pro aktif menanam tanaman seperti buah-buahan, sayuran dan beternak ikan baik di pekarangan rumah maupun memanfaatkan lahan kosong.

Yasir menambahkan, karena itulah Kelurahan Tobek Godang yang baru seumur jagung bisa ditetapkan sebagai Kampung Proklim. Ia juga menceritakan, berbagai kolaborasi dilakukan bersama masyarakat. Ia juga menerima masukan-masukan dari orang lain dan mempertimbangkannya untuk kemajuan kelurahannya.

Salah satunya adalah biopori, yaitu teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan selain dengan sumur resapan. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman perkotaan yang sempit. “Lubang ini manfaatnya luar biasa, tahun 2018 dan 2019 Tobek Godang terkena banjir, tapi mulai tahun 2019 akhir, Tobek Godang tidak pernah kebanjiran lagi,” ujarnya.

Dijelaskan Yasir, pihaknya memberikan edukasi terkait adaptasi dan mitigasi. Dimana adaptasi adalah upaya menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan mitigasi yaitu upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Yasir mengatakan, Wali Kota Pekanbaru Firdaus selalu  mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, meminimalisir sampah, dan lain-lain. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat bergotong royong, melakukan penanaman pohon di setiap rumah, demi kelestarian lingkungan. “Dengan demikian, masyarakat mau menciptakan lingkungan nyaman. Kami tidak meminta-minta ke siapa pun, Ini keinginan masyarakat sendiri,” ucapnya.

Ke depannya, Yasir menargetkan Kelurahan Tobek Godang tak hanya memiliki sertifikat Kampung Iklim tapi juga sertifikat Proklim Lestari. Ia berharap masyarakat tidak cepat berpuas diri, dan tetap menjaga lingkungan secara berkelanjutan. “Raih prestasi itu gampang, yang berat itu mempertahankan,” katanya.


Tak hanya itu, Kelurahan Tobek Godang juga telah membangun Kampung Iklim dan  Tangguh  di kawasan RW 02, RW 03, RW 04, RW 07, dan RW 10. Ia menjelaskan, sebenarnya Kampung Iklim dan Kampung Tangguh adalah hal yang saling berkaitan, karena sama-sama  bertujuan menjaga lingkungan. Terlebih di masa pandemi ini, keberadaan Kampung Tangguh bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di dalamnya.

Di Tobek Godang sendiri, Yasir menuturkan, selain memanfaatkan halaman rumah untuk berkebun, pihaknya juga meminjam lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, dan kemudian diberdayakan untuk berkebun. Hasil kebun tersebut kemudian dapat dijual di gerai UMKM hasil tani kelurahan

“Ada lahan kami manfaatkan untuk kebun, mana lahan yang tidak dimanfaatkan kami pinjam, dan diizinkan oleh pemiliknya, dengan catatan tidak dimiliki kelurahan maupun orang yang berkebun di sana,” kata Yasir.

Selain itu, Yasir juga mengharapkan, siapapun penggantinya di kelurahan yang memiliki 26.086 jiwa ini di masa yang akan datang, dapat melanjutkan program-program yang ada sebelumnya, dan bisa lebih baik lagi. “Jangan berpatok ke pemerintah, ini buat diri kita sendiri, bagaimana kita tinggal di lingkungan, segar, sehat, dan nyaman,” pungkasnya.(ali)

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 


Bank BJB





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



petuah ramadan
Ampunan Allah

Ilyas Husti (Ketua MUI Riau)

Ampunan Allah

Rabu, 14 April 2021

EPAPER RIAU POS  14-aprill.jpg

telatah ramadan

Angos

Rabu, 14 April 2021
Angos




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com