Lestarikan Budaya Melalui Produk Ramah Lingkungan

Lingkungan | Minggu, 26 Desember 2021 - 10:02 WIB

Lestarikan Budaya Melalui Produk Ramah Lingkungan
Salah seorang perempuan dari Desa Tanjung Kuras, Sungai Apit, Siak saat membuat anyaman dari pandan, baru-baru ini. (SUWAI.CO UNTUK RIAU POS)

(RIAUPOS.CO) - ADA banyak cara yang dilakukan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi-potensi alam yang ada. Seperti yang dilakukan oleh Masyarakat Sungai Apit, Kabupaten Siak yang menjadikan pandan sebagai kreasi yang aman bagi lingkungan.

Owner Suwai.co Cerli mengatakan, pihaknya membuat menjadikan potensi yang ada di Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak untuk mengenalkan budaya daerah melalui kerajinan anyaman yang terbuat dari pandan, seperti tas, tikar, alas piring, tempat buah, tempat kue, dan lain-lain.

Yamaha Alfa Scorpii

Diceritakan Cerli, mulanya kantor tempat ia bekerja memberikan pelatihan penganyaman kriya di Kabupaten Siak, salah satunya untuk ibu-ibu di Tanjung Kuras.

"Kami juga memesan hampers anyaman untuk lebaran, saya lihat ada ibu-ibu yang anyamannya bagus, cuma terkendala dengan masalah pemasaran," katanya, Sabtu (25/12).

Living World Pekanbaru

Ia mengungkapkan, sebelumnya para penganyam tersebut hanya membuat tikar dan menjualnya ke tengkulak. Padahal dengan potensi yang dimiliki, Cerli menilai ibu-ibu tersebut bisa membuat kerajinan yang bervariasi.

Dengan menggunakan brand Suwai.co yang berdiri sejak Juni 2021, ia mengajak ibu-ibu dan para wanita di Sungai Apit untuk meningkatkan variasi kerajinan dari pandan tersebut, sehingga dapat meningkatkan sisi perekonomian mereka sendiri. "Ini bahan utamanya pandan yang memang tumbuh di sini. Suwai ingin memanfaatkan potensi daerah yang ada," jelasnya.


Selain itu, ia juga ingin mengenalkan budaya dari Kabupaten Siak, dengan memberikan sentuhan anyaman khas, yaitu anyaman kuku belalang. "Di pinggir tas itu kita buat khasnya dari Tanjung Kuras atau Siak, namanya anyaman kuku belalang," papar Cerli.

Dalam pewarnaan, Cerli mengungkapkan, selain melestarikan budaya anyaman pandan juga lebih ramah lingkungan. Anyaman pandan ini juga menggunakan bahan perwarna ramah lingkungan.

Terkait harga, Cerli mengatakan harga yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp350 ribu. Tentang kualitas, pihaknya juga memberikan standar khusus untuk menentukan anyaman yang layak untuk dijual sehingga akan memuaskan konsumen. "Kita ada SOP khusus, contohnya anyaman harus rapat agar kualitas yang dihadirkan juga baik," tukasnya.

Dikatakan Cerli, Suwai.co juga menjual kerajinan asal Sungai Apit ini di salah satu gerai oleh-oleh di Pekanbaru yaitu Viera Oleh-Oleh. Selain itu, masyarakat juga dapat memesan secaran online di akun Instagram Suwai.co, atau melalui Tokopedia Gerai Kabupaten Lestari.

Cerli berharap, Suwai.co bisa semakin mengenalkan budaya dari Siak, dan dapat terus menggali potensi-potensi yang ada di Riau.

"Semoga ke depannya kita tak hanya fokus ke anyaman pandan, tapi juga ke lidi sawit, rotan, dan lain-lain," pungkasnya.(anf)

 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



Pemkab Meranti


EPAPER RIAU POS  2022-05-28.jpg

Miyako

Rinnai

Shimizu




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com