STOK PANGAN AMAN

Jokowi: Tidak Usah Menimbun, Tidak Ada Gunanya

Nasional | Rabu, 04 Maret 2020 - 21:04 WIB

Jokowi: Tidak Usah Menimbun, Tidak Ada Gunanya
Suasana di pusat perbelanjaaan kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). Menurut salah seorang pengunjung dirinya sengaja membeli kebutuhan pokok lebih banyak karena khawatir akan kehabisaan ketersediaan bahan makanan terkait pengumungan presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai virus corona baru (Covid-19). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ramadan sudah di depan mata. Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok (bapok) bakal meningkat. Selasa (3/3) Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjamin stok pangan nasional aman. Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak panik.

Di Istana Merdeka, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah sudah menerbitkan persetujuan impor sejumlah komoditas. Tujuannya, tentu saja, menjamin ketersediaannya.

"Yang justru bikin langka itu karena pembelian besar-besaran. Tindakan menimbun dan memborong itu sendiri," ujarnya.

Jokowi memastikan bapok tersedia sampai hari raya. Dia sudah mengecek ke Bulog. Juga ke Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Semuanya memberikan jaminan ketersediaan bahan pokok dan obat-obatan," lanjut pemimpin 58 tahun itu.

Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seusai ratas internal kemarin. Pemerintah, menurut dia, sudah berkomunikasi dengan Aprindo. Mereka sudah menjamin ketersediaan barang di supermarket.


"Posisinya cukup tersedia, cukup aman, sehingga dibeli secukupnya saja," tegasnya. Jokowi, menurut dia, juga menginstruksikan jaminan kelancaran distribusi barang.

Karena pemerintah sudah menjamin ketersediaan barang, Airlangga berharap tidak sampai ada panic buying. Kendati demikian, para peritel sudah mengantisipasi dan memastikan pasokan barang. Pemerintah juga menggaransi bahwa bapok akan ada.

"Pemerintah memahami bahwa saat ini masyarakat khawatir setelah ada WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus korona. Namun, saya imbau agar masyarakat berhati- hati dalam mengambil sikap, termasuk untuk tidak melakukan panic buying," papar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Dia juga mengungkapkan, ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) dijamin. Sejauh ini, harganya pun stabil. Menurut Agus, panic buying justru akan menciptakan ketidakseimbangan pasokan barang. Imbasnya, harga naik.

"Harga tentu akan kami pantau terus, bekerja sama dengan Satgas Pangan," tambahnya.

Sementara itu, Perum Bulog menegaskan bahwa stok beras aman meski ada eskalasi pembelian di sejumlah tempat. Dirut Perum Bulog Budi Waseso yang akrab disapa Buwas menjamin tidak ada kelangkaan beras dan bapok lainnya.

"Tidak usah menimbun. Tidak ada gunanya."

Bulog akan kembali menyerap hasil panen dalam waktu dekat. Itu dilakukan karena sejumlah wilayah Indonesia akan panen beras bulan depan. Proyeksinya, Bulog menyerap sekitar 1,7 juta ton beras pada April nanti.

"Sekarang 1,7 juta ton. Ya, berarti kalau dua bulan ini kita bisa menghabiskan 500 ribu ton, sisanya 1,2 juta ton. Lantas, kita akan menyerap 1,7 juta. Berarti (stoknya) hampir 3 juta ton," bebernya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, persiapan pangan menjelang Lebaran merupakan siklus tahunan yang harus dipantau pemerintah. Pada masa panen raya (Maret–April), menurut dia, stok pangan berkurang di pasaran.

“Bulog harus proaktif.”

TREN HARGA JELANG HARI RAYA

Komoditas | Harga Normal | Rata-Rata Kenaikan

Beras (Medium) | Rp 9.500/kg | Rp 500–Rp 3.000/kg

Cabai Merah | Rp 35.000/kg | Rp 5.000–Rp 20.000/kg

Daging Ayam | Rp 36.000/kg | Rp 1.000–Rp 3.000/kg

Telur | Rp 25.000/kg | Rp 1.000–Rp 2.000/kg

Daging Sapi | Rp 110.000/kg | Rp 5.000–Rp 10.000/kg

Sumber: Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS)






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU


Achmad - Idul Fitri


EPAPER RIAU POS  2020-05-21.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com