FATWA MUI

MUI: Halangi Pemakaman Jenazah Covid-19 Dosa Dua Kali

Nasional | Sabtu, 04 April 2020 - 16:05 WIB

JAKARTA(RIAUPOS.CO) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 3 fatwa tentang wabah virus corona atau Covid-19. Salah satunya adalah tentang hak-hak jenazah pasien positif Korona.

Fatwa tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Bagi Muslim yang Terinfeksi Covid-19. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa jenazah boleh tidak dimandikan atau langsung dikafani dengan diberikan plastik proteksi.

“Kafan juga demikian. Tutupi seluruh tubuh bisa dilakukan. Proteksi menggunakan plastik tidak tembus air. Kemudian dimasukan ke dalam peti dan disinfektan jika memungkinkan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Asrorun Niam dalam jumpa pers di kantor BNBP, Jakarta, Sabtu (4/4).

Setelah dikafani, jenazah pasien positif korona harus disalati minimal oleh satu orang karena termasuk fardhu kifayah. Baru setelah itu dimakamkan dan prosesi pemakaman menggunakan protokol atau protap yang sudah ditetapkan untuk pasien Covid-19.

Dalam kesempatan itu Asrorun Niam juga mengingatkan bahwa orang yang menghalang-halangi penguburan jenazah bisa mendapat dua dosa sekaligus. Hukum ini juga sama dengan menghalang-halangi hak jenazah orang Islam lainnya. “Jangan sampai kita umat muslim menerima dosa dua kali. Pertama, tidak menunaikan hak jenazah. Kedua, menghalangi penunaian terhadap jenazah,” tuturnya.

MUI menghimbau kepada masyarakat untuk ikut aktif dalam memberikan kontribusi guna membantu penanggulangan virus korona. Bagi masyarakat yang memiliki rejeki lebih, diimbau untuk menyumbang berupa alat pekindung diri (APD) atau membantu masyarakat terdampak. MUI juga menyarankan untuk melakukan physical distancing guna memutus rantai penyebaran virus Korona.

“Oleh sebab itu, MUI mengimbau kepada sesama umat muslim untuk ikut berkontribusi dalam melawan wabah penyakit ini. Diantaranya dengan menjaga jaga jarak dan mencari informasi yang valid,” paparnya.

Selain itu, MUI juga mengimbau untuk membantu masyarakat yang terkena dampak penyebaran virus korona atau Covid-19.”Berikan dukungan untuk masyarakat yang terdampak, yang sehat jaga kesehatan, yang sakit beri dukungan supaya cepat sembuh dan tidak melakukan hal-hal yang kontra untuk penangannan Covid-19,” tandas Asrorun..CO)Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan 3 fatwa tentang wabah virus Korona atau Covid-19. Salah satunya adalah tentang hak-hak jenazah pasien positif Korona.

Fatwa tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Bagi Muslim yang Terinfeksi Covid-19. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa jenazah boleh tidak dimandikan atau langsung dikafani dengan diberikan plastik proteksi.

“Kafan juga demikian. Tutupi seluruh tubuh bisa dilakukan. Proteksi menggunakan plastik tidak tembus air. Kemudian dimasukan ke dalam peti dan disinfektan jika memungkinkan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Asrorun Niam dalam jumpa pers di kantor BNBP, Jakarta, Sabtu (4/4).

Setelah dikafani, jenazah pasien positif korona harus disalati minimal oleh satu orang karena termasuk fardhu kifayah. Baru setelah itu dimakamkan dan prosesi pemakaman menggunakan protokol atau protap yang sudah ditetapkan untuk pasien Covid-19.

Dalam kesempatan itu Asrorun Niam juga mengingatkan bahwa orang yang menghalang-halangi penguburan jenazah bisa mendapat dua dosa sekaligus. Hukum ini juga sama dengan menghalang-halangi hak jenazah orang Islam lainnya. “Jangan sampai kita umat muslim menerima dosa dua kali. Pertama, tidak menunaikan hak jenazah. Kedua, menghalangi penunaian terhadap jenazah,” tuturnya.

MUI menghimbau kepada masyarakat untuk ikut aktif dalam memberikan kontribusi guna membantu penanggulangan virus corona. Bagi masyarakat yang memiliki rejeki lebih, diimbau untuk menyumbang berupa alat pekindung diri (APD) atau membantu masyarakat terdampak. MUI juga menyarankan untuk melakukan physical distancing guna memutus rantai penyebaran virus corona.

“Oleh sebab itu, MUI mengimbau kepada sesama umat muslim untuk ikut berkontribusi dalam melawan wabah penyakit ini. Diantaranya dengan menjaga jaga jarak dan mencari informasi yang valid,” paparnya.

Selain itu, MUI juga mengimbau untuk membantu masyarakat yang terkena dampak penyebaran virus corona atau Covid-19.”Berikan dukungan untuk masyarakat yang terdampak, yang sehat jaga kesehatan, yang sakit beri dukungan supaya cepat sembuh dan tidak melakukan hal-hal yang kontra untuk penangannan Covid-19,” tandas Asrorun.

Sumber Jawapos.com

Editor: Deslina







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

Fekon Unand

UIR PMB Berbasis Rapor


EPAPER RIAU POS  2020-06-07.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com