1 Juta PKL Dapat Bantuan Rp1,2 Juta

Nasional | Minggu, 10 Oktober 2021 - 08:49 WIB

1 Juta PKL Dapat Bantuan Rp1,2 Juta
Presiden Joko Widodo dan Menko Airlangga Hartarto menyerahkan bantuan untuk PKL di Malioboro, Jogja (9/10). (RADAR BALI / ISTIMEWA)

(RIAUPOS.CO) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung (BT-PKLW) di kawasan Malioboro, Sabtu (9/10). Presiden berharap masyarakat yang menjalankan usaha mikro bisa bangkit setelah terkena dampak pandemi Covid-19.

"Diberikan bantuan sebesar Rp1,2 juta per orang dan dimulai kali pertama di kawasan Malioboro, Jogjakarta," ujar Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DI Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.


Bantuan tersebut diberikan terutama kepada PKL dan warung atas dampak penerapan PPKM level 4 di 141 kabupaten/kota di 28 provinsi berdasar Inmendagri Nomor 27 dan 28 Tahun 2021. Tujuan utamanya ialah mendorong PKL dan pemilik warung bisa segera bangkit kembali seiring dengan perbaikan situasi pandemi. "Para penerima BT-PKLW adalah PKL dan pemilik warung yang belum mendapatkan bantuan melalui skema banpres produktif usaha mikro (BPUM)," ujar Jokowi.

Bantuan tersebut diberikan untuk 1 juta PKL dan warung-warung kecil di seluruh Indonesia. Masing-masing mendapatkan Rp1,2 juta. Bantuan diberikan sampai akhir 2021. Dengan penyerahan kemarin, secara bersamaan dilakukan penyaluran di 141 kabupaten/kota di seluruh Indonesia oleh TNI dan Polri. Penyaluran melalui polres dan kodim yang dilakukan babinsa dan bhabinkamtibmas menggunakan sistem aplikasi untuk menjaga akuntabilitas dan tata kelola yang baik program tersebut.

Petugas TNI dan Polri terjun langsung untuk mendata dan memverifikasi PKL serta pemilik warung yang berhak menerima bantuan BT-PKLW. Selanjutnya, calon penerima akan menerima undangan untuk pengambilan BT-PKLW di kantor polres atau kodim setempat. "Per 8 Oktober 2021, data calon penerima yang sudah masuk sebesar 930.773 orang dan sebagian besar sudah terverifikasi," kata Airlangga.

Data itu terus ditingkatkan dan diproses hingga mencapai angka yang ditargetkan. Airlangga menambahkan, saat ini mesin pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik. Itu seiring dengan situasi pandemi yang semakin terkendali dan didukung meningkatnya jumlah masyarakat yang telah divaksin. Kepercayaan diri masyarakat untuk beraktivitas mulai meningkat sehingga berdampak baik untuk ekonomi masyarakat. Termasuk sektor pariwisata yang berangsur pulih.

Saat ini Jogjakarta masih berada pada level 3. "Secara riil Jogjakarta ada pada level 2. Namun, karena ada salah satu kabupaten yang berada pada level 3, secara keseluruhan kita akan melihat satu pekan ke depan," ujar Airlangga.

Program BT-PKLW diinisiasi untuk melengkapi program pemerintah yang sudah berjalan selama ini. Di antaranya BPUM, subsidi bunga KUR, penjaminan kredit modal kerja UMKM, PPh final UMKM ditanggung pemerintah, dan restrukturisasi kredit UMKM.

Bank BJB

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyalurkan bantuan tunai pemerintah yang ditujukan terhadap pedagang kaki lima dan warung. Tak tanggung-tanggung, ada sebanyak Rp2.679.600.000 bantuan tunai yang disalurkan kepada 2.233 pedagang.

Di mana bantuan tersebut diserahkan langsung Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, saat me-launching aplikasi bersama selamatkan Riau di Kota Pekanbaru. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada Riau Pos mengatakan, bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat dalam Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW).

"Bantuan merupakan bentuk dukungan bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro di tengah pandemi Covid-19 saat ini, yang secara spesifik menyasar PKL dan warung yang berada di kabupaten/kota yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4," ujar Kombes Sunarto, Jumat (8/10).

Lebih jauh disampaikannya, bantuan diberikan kepada mereka yang belum mendapat bantuan melalui skema Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Itu sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28/2021. Dalam hal ini, Polri mendapat kepercayaan pemerintah untuk menyalurkan bantuan tersebut, dengan menggunakan aplikasi Puskeu Presisi secara online.

"Polda Riau sendiri hingga hari ini telah menyalurkan ke sebanyak 2.233 orang pedagang dengan total dana tersalurkan sejumlah Rp2.679.600.000. Dengan satu pedagang mendapat sebesar Rp1,2 juta," terangnya.

Sesuai amanah kapolda, sambung Sunarto, bantuan tersebut diharapkan menjadi penyemangat pedagang kaki lima dan warung, untuk terus berkarya dan melayani masyarakat dalam memberikan layanan dagangan serta dapat meneruskan kehidupan di masa pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

"Di mana kita tahu dampak Covid-19 ini sudah masuk ke sektor ekonomi, dan tentu kita harus selamat masyarakat paling bawah agar tetap bisa menjalankan kehidupannya dengan berdagang," ungkap Sunarto menirukan ucapan kapolda.(dee/c9/fal/mda/jpg)

 

Laporan JPN, Jogjakarta




Pemkab Rokan Hulu



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-11-27.jpg


OPINI

Atan Sengat 2021-11-11 10:36:44
Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han Semangat Bela Negara dari Timur Indonesia 11 November 2021



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com