NASIONAL

Nasib Penyidik Bansos Covid-19: Tak Lolos TWK, Potong Gaji 6 Bulan

Nasional | Selasa, 13 Juli 2021 - 10:08 WIB

Nasib Penyidik Bansos Covid-19: Tak Lolos TWK, Potong Gaji 6 Bulan
Gedung KPK (INTERNET)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penyidik KPK (nonaktif) M Praswad Nugraha pasrah ketika mendengar putusan sidang etik Dewan Pengawas (Dewas), kemarin (12/7). Dibanding rekannya, M Nor Prayoga, Praswad menerima hukuman lebih berat. Yakni potong gaji 10 persen selama enam bulan. Sementara Prayoga hanya dijatuhi hukuman ringan berupa teguran tertulis I dengan masa berlaku 3 bulan.

Praswad dan Prayoga merupakan penyidik yang menangani perkara suap terkait pengadaan sembako bantuan sosial (bansos) Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun lalu. Keduanya dilaporkan oleh Agustri Yogasmara alias Yogas, salah satu saksi perkara bansos yang menjadi operator anggota DPR Ihsan Yunus. Yogas melaporkan dugaan perundungan dan pelecehan yang dilakukan kedua penyidik itu.


Dalam putusan sidang etik yang dibacakan ketua majelis Harjono menyebutkan bahwa kedua penyidik tersebut bersalah melakukan perundungan dan pelecehan terhadap pihak lain di dalam dan di luar lingkungan kerja. Perundungan itu melanggar kode etik dan pedoman perilaku pasal 6 ayat 2 huruf b Peraturan Dewas Nomor 2/2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Dalam membuat keputusan, dewas menimbang bahwa hal yang memberatkan para terperiksa adalah keduanya merupakan penyidik dan telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan. Sedangkan hal yang meringankan adalah keduanya mengakui terus terang akan perbuatan mereka.

"Terperiksa 2 menyatakan sangat menyesal atas perbuatannya dan mengaku tidak akan mengulangi lagi," kata Harjono.

Terlepas dari putusan tersebut, sosok Praswad yang dihukum potong gaji itu cukup menarik perhatian publik. Pasalnya, penyidik asal Lampung tersebut masuk dalam daftar 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Artinya, per 1 November nanti pria yang akrab disapa Abung itu resmi hengkang dari KPK. Sementara hukuman etik dari dewas berlaku selama 6 bulan atau berlaku sampai Desember

Bank BJB

"Memang agak aneh putusan dewas ini," kata Praswad saat dikonfirmasi terkait putusan potong gaji yang berlaku melebihi masa aktifnya di KPK.

Praswad menyebut laporan dugaan etik yang dituduhkan kepada dirinya sudah menjadi risiko membongkar kasus suap bansos. Hukuman etik itu, kata dia, tidak sebanding dengan penderitaan korban korupsi bansos Covid-19. "Kami menilai ini (laporan dugaan pelanggaran etik, red) adalah serangan balik (dari koruptor, red)," paparnya.

Mengenai putusan, Praswad menilai dewas tidak menangkap secara utuh konteks kejadian yang menjadi dasar pelaporan. Khususnya berkaitan dengan suasana dan intonasi saat komunikasi dengan saksi Yogas dilakukan. Dan kejadian 3-4 jam sebelum komunikasi tersebut dilakukan.

"Kami memberikan peringatan (kepada Yogas) agar tidak melanggar pasal pemidanaan karena memberikan keterangan yang tidak sesuai barang bukti," jelasnya.

Peringatan itu, kata Praswad, merupakan teknik interogasi penyidikan untuk mendapatkan keterangan saksi. Sekaligus langkah untuk menghentikan ancaman yang dilakukan Yogas terhadap saksi-saksi lain.

"Kami berharap agar tidak ada lagi rekan-rekan kami lainnya, baik pegawai maupun para penyidik KPK yang menjadi korban atas upaya dan perjuangannya membongkar perkara megakorupsi," tuturnya.(tyo/jpg)

 



Pemkab Rokan Hulu





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook





TERBARU

  • Kegiatan Pengabdian Mahasiswa KKN Unri di Desa Api-Api

    Kegiatan Pengabdian Mahasiswa KKN Unri di Desa Api-Api

    Jumat, 17 September 2021
  • LG Resmikan Air Conditioning Academy
    TINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA SISTEM AC

    LG Resmikan Air Conditioning Academy

    Jumat, 17 September 2021
  • Dovizioso ke Petronas, Morbidelli ke Pabrikan Yamaha
    MOTOGP

    Dovizioso ke Petronas, Morbidelli ke Pabrikan Yamaha

    Jumat, 17 September 2021
  • "Doctor Romantic 3" Mulai Syuting Tahun 2022
    DRAMA KOREA

    "Doctor Romantic 3" Mulai Syuting Tahun 2022

    Jumat, 17 September 2021
  • Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak
    PEMBUNUHAN SADIS

    Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak

    Jumat, 17 September 2021
  • Pemkab Meranti Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV Jumat Pagi
    PELANTIKAN PEJABAT

    Pemkab Meranti Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV Jumat Pagi

    Jumat, 17 September 2021
  • EPAPER RIAU POS  2021-09-17.jpg

  • KSOP Selatpanjang Bersih-Bersih Turun ke Laut
    HARI PERHUBUNGAN

    KSOP Selatpanjang Bersih-Bersih Turun ke Laut

    Kamis, 16 September 2021
  • Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan
    SELEBRITAS

    Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan

    Kamis, 16 September 2021
  • Marc Marquez Harus Ubah Riding Style
    MOTOGP

    Marc Marquez Harus Ubah Riding Style

    Kamis, 16 September 2021
  • Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Bakal Rujuk
    JIKA ADA KESEPAKATAN SELAMA PROSES MEDIASI

    Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Bakal Rujuk

    Kamis, 16 September 2021


Froozen Food - FOX Hotel Pekanbaru




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com