SIDANG KASUS PEMBUNUHAN PUPUNG

Sebelum Bunuh Suami, Aulia Kesuma Minta Akta Waris

Nasional | Selasa, 18 Februari 2020 - 06:59 WIB

Sebelum Bunuh Suami, Aulia Kesuma Minta Akta Waris
Aulia Kesuma usai menjalani sidang kasus pembunuhan di PN Jakarta Selatan. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Terdakwa kasus pembunuhan suami dan anak tiri Aulia Kesuma (45), sempat meminta akta waris atas nama anaknya. Hal itu terungkap dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Permintaan akta waris untuk anak, buah hasil pernikahan Aulia dan Pupung itu disampaikan oleh dua dari tiga orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kedua saksi tersebut Sri Rahayu dan Asoka Wardana (kakak kandung korban Pupung). Sedangkan satu saksi lainnya Rizki Indrawarman adalah keponakan korban.

Fakta ini disampaikan oleh keduanya saat dimintai keterangan oleh hakim dan JPU di persidangan secara terpisah. JPU Sigit Hendradi menanyakan kepada saksi apakah korban pernah membicarakan soal akta waris. Saksi Asoka Wardana menjawab pernah, yaitu dua bulan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

"Ada, dua bulan sebelumnya (pembunuhan) almarhum datang ke rumah menceritakan bahwasanya itu istri saya meminta agar anaknya dibuatkan akta waris," kata Asoka.

Asoka menegaskan, yang meminta ada Aulia, akta waris ditujukan untuk anak mereka yakni Reyna yang masih berusia empat tahun. Tapi permintaan tersebut ditolak oleh korban Pupung. Alasan Pupung menolak karena dia juga memiliki anak dari istri pertama bernama Muhammad Adi Pradana alias Dana.

Dan kalaupun dia meninggal dunia, ahli waris akan jatuh kepada kedua anaknya tersebut. "Jadi tidak perlu dibuatkan akta waris," kata Asoka.

Sementara itu saksi Sri Rahayu juga mengungkapkan fakta soal permintaan akta waris saat hakim Suharno menanyakan bagaimana kehidupan rumah tangga adiknya dengan terdakwa, apakah ada keluhan. Sri menjawab tidak ada keluhan, baik itu keluarhan ekonomi, tapi sekitar dua bulan sebelum kejadian pernah ada permintaan akta waris.

"Dua bulan sebelum kejadian minta akta waris," kata Sri.

Namun fakta tersebut dibantah Aulia pada saat hakim menanyakan tanggapannya terhadap keterangan yang disampaikan saksi.

"Saya tidak pernah meminta pada almarhum untuk meminta akta waris untuk anak saya," kata Aulia. Bantahan serupa juga disampaikan Aulia pada saat keterangan saksi Sri Rayahu disampaikan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  2020-03-29.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com