MPR - Rumha Kebangsaan





PERCEPAT PERTUMBUHAN EKONOMI

MPR Berharap Pancasila Diperkenalkan Dalam Buku Bahan Pengajaran ASEAN

Nasional | Kamis, 18 Maret 2021 - 16:36 WIB

MPR Berharap Pancasila Diperkenalkan Dalam Buku Bahan Pengajaran ASEAN
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah (DOK JAWAPOS.COM)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) --  Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah berharap agar Kemendikbud memasukkan nilai-nilai Pancasila dan sejarah lahirnya ideologi bangsa Indonesia ini dalam buku bahan pengajaran ASEAN untuk pendidikan menengah yang tengah mereka susun.

Dia berharap para siswa memahami bahwa ASEAN dibentuk dengan semangat persatuan dan keadilan sosial di mana kedua nilai itu termaktub dalam Pancasila.


"Dua tujuan yang termaktub dalam deklarasi berdirinya ASEAN kan sesuai dengan prinsip Pancasila. Tujuan pertama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan budaya kawasan. Tujuan kedua untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghormatan terhadap keadilan dan supremasi hukum dalam hubungan antara negara-negara di Kawasan," jelas Ahmad Basarah di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri itu juga menyatakan bahwa Indonesia membawa semangat Pancasila ketika terlibat aktif dalam membentuk ASEAN. Prinsip musyawarah mufakat yang dibawa Indonesia sesuai dengan prinsip Unanimity yang termaktub dalam Chapter 7 Artikel 20 Piagam ASEAN.

"Negara-negara anggota ASEAN menggunakan prinsip unanimity saat menyelesaikan masalah di antara mereka, selain prinsip-prinsip lain yang juga sesuai dengan prinsip Pancasila, misalnya menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional seluruh negara-anggota ASEAN," jelas Ahmad Basarah.

Pernyataan anggota DPR RI dari Komisi X yang antara lain membidangi pendidikan itu disampaikan untuk merespon rencana Kemendikbud yang saat ini menggodok dan menyusun buku bahan pengajaran ASEAN untuk pendidikan menengah.

Dia mengusulkan sebaiknya Kemendikbud menjalin koordinasi dengan Kemenlu agar bahan buku pengajaran ASEAN yang mereka susun ini juga diajarkan di sekolah-sekolah tingkat menengah di semua negara ASEAN.

Dengan demikian, Indonesia mulai menduniakan ideologi Pancasila dan tidak lagi menjadi bangsa yang diintervensi oleh banyak ideologi transnasional yang tidak sejalan dengan Pancasila.

"Di masa depan, ketika negara-negara mengalami borderless states atau negara tanpa batas akibat kemajuan teknologi komunikasi, nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah untuk mufakat, juga keadilan sosial yang dikandung Pancasila sangat dibutuhkan agar perdamainan dunia terus terwujud," pungkasnya.

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Rinaldi

 


Bank BJB




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




EPAPER RIAU POS  24-Juni.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com