
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keberangkatan 45 jemaah calon haji (JCH) Riau Kloter BTH 6 yang sempat tertunda ke Tanah Suci Selasa (28/4) lalu, akhirnya diberangkatkan Rabu (29/4). Mereka diterbangkan bersama JCH Kloter 7 BTH, ditambah dua jemaah mutasi dari Kloter 4 BTH.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau Defizon, memastikan seluruh jemaah yang mengalami penundaan tersebut kini telah diberangkatkan. “Jemaah Kloter 6 yang dimutasi ke Kloter 7 sudah diberangkatkan,” ujarnya, Rabu (29/4).
Defizon juga menjelaskan bahwa proses mutasi kloter dilakukan untuk memastikan jemaah tetap bisa berangkat tanpa harus menunggu terlalu lama. “Kami upayakan jemaah yang tertunda tetap diberangkatkan secepatnya melalui penyesuaian kloter agar tidak mengganggu jadwal ibadah mereka di Tanah Suci,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus memantau kondisi jemaah yang masih tertunda, terutama yang sedang menjalani perawatan. “Bagi jemaah yang dirawat di Batam maupun yang sakit di daerah, kami terus berkoordinasi dengan tim medis agar mereka bisa segera pulih dan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” tambah Defizon.
Secara keseluruhan, hingga 29 April 2026, jumlah jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.208 orang. Rinciannya terdiri dari 2.175 jemaah haji, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing KBIHU, serta 20 petugas kloter.
Sementara itu, masih terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan atau batal berangkat dengan berbagai alasan. Tercatat 7 jemaah dirawat di Batam, 5 orang pendamping turut menunggu di Batam, serta 4 jemaah lainnya dalam kondisi sakit di daerah masing-masing.
Satu JCH Rohul Kloter 8 Dirawat di RS Otorita Batam
Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, kabar kurang menggembirakan datang dari rombongan JCH Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Satu dari total 191 JCH yang tergabung dalam Kloter BTH 8 terpaksa dirawat di rumah sakit akibat gangguan kesehatan.
JCH tersebut diketahui bernama Ismed Daulay, warga asal Kecamatan Rambah. Ia mengalami sesak napas saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Batam, Rabu (29/4) pagi. Petugas medis yang menangani langsung mengambil tindakan cepat dengan merujuk yang bersangkutan ke RS Otorita Batam untuk mendapatkan penanganan intensif.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Rohul H Marthillevi Saleh MSy membenarkan adanya satu JCH Rohul Kloter 8 yang dirawat di RS Otorita Batam sehari sebelum keberangkatan ke Madinah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




