Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Sentil Oknum ”Hijau” dan ”Coklat” Jadi Beking Koruptor

R
Penulis: Redaksi❯
PRABOWO
PRABOWO. (JPG)

Advertisement

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO)  - Di  hadapan legislator, Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan menyentil masih adanya oknum aparat keamanan yang nekat menjadi pelindung atau beking para pelaku korupsi. 

Pernyataan menohok itu disampaikan dalam Sidang Paripurna ke-19 DPR di Gedung Nusantara, Rabu (20/5). ”Tapi biasanya mereka itu ada beking-bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya itu kalau enggak hijau, ya coklat. Betul?,” ucapnya. 

DPR kompak menjawab pertanyaan presiden itu. Mereka bersamaan menjawab ”betul”. Melihat fenomena tersebut, mantan Danjen Kopassus itu meminta masyarakat untuk berani melaporkan apabila mengetahui aparat yang menjadi beking. 

”Kalau ada kelakuan aparat yang tidak beres, saya minta rakyat video. Jangan engkau melawan, video saja, lapor langsung ke saya,” ucapnya.

Sebagai senior dan alumni di militer, Prabowo menegaskan dirinya tidak memiliki keraguan menindak oknum yang merusak kehormatan institusi pelindung negara. ”Saya ini senior, saya alumni. Jadi saya enggak ragu. Jangan cemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri itu milik rakyat dan harus berjuang untuk rakyat,” tegasnya.

Advertisement

Direspons Pengamat dan Kemenhan

Pidato Presiden langsung memantik respons dari berbagai kalangan. Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto mengungkapkan, pernyataan presiden menunjukkan persoalan kronis yang ada di tubuh aparat. Menurut dia praktik penegak hukum membekingi kejahatan di daerah bukanlah insiden sporadis, namun sudah mengakar. 

”Terbentuk dari relasi patronase yang kental, kultur impunitas yang membuat mereka tak tersentuh, hingga meritokrasi semu di mana kewenangan negara yang melekat pada seragam disulap menjadi komoditas ekonomi-politik yang menggiurkan,” terangnya. 

Dia juga menyoroti kultur impunitas personel TNI dari jeratan hukum sipil terutama dari berbagai kasus kekerasan. ”Selama struktur kekuasaan dan DNA organisasi tak dirombak dari dalam, praktik beking kejahatan ini akan terus bereinkarnasi, merawat dirinya sendiri tak peduli siapa presiden-nya,” ujar Bambang. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan presiden merupakan penegasan bahwa TNI dan Polri harus tetap menjaga profesionalisme, integritas, serta tidak boleh terlibat ataupun melindungi praktik pelanggaran hukum, termasuk korupsi. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Pidato Prabowo di DPR: 34 Tahun Praktik Kecurangan Ekspor, Negara Rugi hingga Rp15.400 Triliun

Pidato Prabowo di DPR: 34 Tahun Praktik Kecurangan Ekspor, Negara Rugi hingga Rp15.400 Triliun

Saat berpidato di paripuran DPR, Prabowo Subianto sebut negara telah rugi hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun praktik kecurangan ekspor.

Riau Dapat 14 Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Prabowo Subianto

Riau Dapat 14 Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Prabowo Subianto

Provinsi Riau mendapatkan 14 ekor sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah

Presiden Prabowo Puji Mentan Amran, Target Swasembada 4 Tahun Tercapai dalam 1 Tahun

Presiden Prabowo Puji Mentan Amran, Target Swasembada 4 Tahun Tercapai dalam 1 Tahun

Swasembada yang ditargetkan 4 tahun, dapat dicapai Mentan Amran dalam 1 tahun. Presiden Prabowo pun memuji Mentan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer