Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Peserta kegiatan latihan dasar militer (latsarmil) Koperasi Desa Merah Putih, baru-baru ini. (JPG)
Peserta kegiatan latihan dasar militer (latsarmil) Koperasi Desa Merah Putih, baru-baru ini. (JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS) - Tragedi meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) menuai sorotan. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai kejadian tersebut menjadi bukti adanya persoalan dalam keterlibatan militer di ranah sipil.

Koalisi yang terdiri atas sejumlah organisasi, di antaranya Imparsial, KontraS, YLBHI, dan Amnesty International Indonesia, menilai tidak ada hubungan langsung antara pelatihan militer dengan kebutuhan kompetensi pengelola koperasi.

Advertisement

Peneliti Imparsial Ardi Manto Putra mengatakan, kemampuan manajerial koperasi seharusnya dibangun melalui tata kelola organisasi, kepemimpinan partisipatif, akuntabilitas, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat. 

“Kompetensi pengelola koperasi dibangun melalui penguasaan organisasi, bukan melalui latihan militer. Pendekatan ini sejak awal cacat konseptual karena menganggap disiplin militer identik dengan profesionalisme organisasi sipil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad (28/6).

Advertisement

Koalisi menilai keterlibatan militer dalam program sipil perlu dikaji ulang karena berpotensi bertentangan dengan semangat reformasi sektor keamanan. Menurut Ardi, organisasi sipil membutuhkan ruang untuk berpikir kritis, inovasi, dialog, dan pengambilan keputusan secara partisipatif. Budaya komando dinilai tidak sesuai diterapkan dalam pengelolaan organisasi masyarakat.

Koalisi juga mendesak pemerintah membentuk tim investigasi independen untuk mengusut penyebab meninggalnya peserta. Mereka meminta seluruh rangkaian latsarmil calon manajer KDKMP dihentikan serta mengevaluasi keterlibatan militer dalam program sipil lainnya.

Kemenhan: Latihan Fisik Tidak Berat

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyatakan bahwa program latsarmil bagi calon manajer KDKMP tidak dirancang untuk mencetak prajurit. Materi pelatihan, kata Kemenhan, difokuskan pada pembentukan disiplin, integritas, dan etos kerja.

Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Kemenhan Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan menegaskan, latihan fisik yang diberikan telah disusun secara terukur dan bukan menjadi penyebab meninggalnya peserta. “Porsi sejak awal tidak berat. Bahkan dalam proses rekrutmen, kami menerima peserta disabilitas dan ada empat orang yang lulus. Artinya, porsi fisik bukan menjadi beban utama. Yang dikedepankan adalah intelektualitas,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

5 Peserta Latihan Dasar Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Ekonom Ini Sorot Relevansi Tugas

5 Peserta Latihan Dasar Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Ekonom Ini Sorot Relevansi Tugas

5 Peserta Latihan Dasar Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih (kdmp) dan kampung nelayan Meninggal, Ekonom celios Ini Sorot Relevansinya

73 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kampar Rampung dari Target 250 Gerai, Ini Harapan Plt Gubri SF Hariyanto Disela Tinjauannya

73 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kampar Rampung dari Target 250 Gerai, Ini Harapan Plt Gubri SF Hariyanto Disela Tinjauannya

73 Gerai Koperasi Merah Putih di Kampar Rampung dari Total Target 250 Gerai, Ini Harapan Plt Gubri SF Hariyanto Disela Tinjauannya

20 dari 131 Koperasi Desa Merah Putih Selesai Dibangun di Siak

20 dari 131 Koperasi Desa Merah Putih Selesai Dibangun di Siak

20 dari 131 KDMP di Siak selesai dibangun, dukung ekonomi desa, TNI dampingi operasional dan stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer