Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ulama Gelar Halaqah dan Soroti Kepemimpinan PBNU

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Ratusan ulama, tokoh NU, pengasuh pesantren, pengurus badan otonom, serta warga Nahdliyin mengikuti Halaqah Refleksi Kepemimpinan PBNU yang digelar FUN di Aula Universitas Darul Ulum, Rabu (26/8/2026).  (JPG)
Ratusan ulama, tokoh NU, pengasuh pesantren, pengurus badan otonom, serta warga Nahdliyin mengikuti Halaqah Refleksi Kepemimpinan PBNU yang digelar FUN di Aula Universitas Darul Ulum, Rabu (26/8/2026). (JPG)

Advertisement

 

JOMBANG (RIAUPOS.CO) - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), ratusan ulama, tokoh NU, pengasuh pesantren, pengurus badan otonom, serta warga Nahdliyin berkumpul di Jombang, Jawa Timur. 

Mereka mengikuti Hala­qah Refleksi Kepemimpinan PBNU yang digelar Forum Ulama Nahdliyin (FUN) di Aula Universitas Darul Ulum, Rabu (26/8).

Advertisement

Ketua Forum Ulama Nahdliyin KH Mujib Qulyubi mengatakan, halaqah tersebut menjadi bagian dari upaya melakukan refleksi terhadap kondisi organisasi. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk ikhtiar sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi kemungkaran.

“Apabila melihat kemungkaran maka ubahlah dengan kekuasaan, jika tidak bisa, maka dengan lisan. Jika tidak bisa, maka selemah-lemahnya iman adalah dengan hati,” kata KH Mujib dalam keterangannya, Rabu (26/8). 

Advertisement

Ia juga menyinggung keputusan Rais Syuriyah PWNU Provinsi Gorontalo, dr KH Burhanudin Umar, yang memilih mengundurkan diri. Menurut KH Mujib, keputusan tersebut menjadi salah satu bentuk keprihatinan terhadap dinamika yang terjadi di internal NU. 

“Rois Syuriyah PWNU Provinsi Gorontalo dr KH Burhanudin Umar, karena tidak kuat melihat pertengkaran elit-elit kita, maka mengundurkan diri sebagai Rois Syuriyah. Mudah-mudahan sekecil apapun ikhtiar kita, semoga upaya NU Kultural kita ini dicatat sebagai bagian dari perjuangan tersebut,” ujar Kiai Mujib.

Tokoh NU Andi Najmi Fuadi menjelaskan, tema yang diangkat dalam halaqah adalah refleksi terhadap kepemimpinan PBNU. Kegiatan tersebut digelar sehari sebelum pembukaan Muktamar ke-35 NU, sehingga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para muktamirin.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga KH Anis Maftuhin menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan PBNU saat ini. Ia bahkan meminta peserta muktamar tidak kembali memilih kepemimpinan yang sedang berjalan. “Pemimpin sekarang la qowiyyan walaa amiinan. Jangan dipilih kembali,” ujar Kiai Anis.

Ia mengatakan, kondisi internal NU saat ini telah menimbulkan keprihatinan di kalangan ulama. Karena itu, menurutnya, kehadiran para peserta dalam muktamar menjadi penting agar organisasi tetap mendapatkan arah kepemimpinan yang membawa kemaslahatan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kiai Miftach-Gus Kikin Pimpin PBNU

Kiai Miftach-Gus Kikin Pimpin PBNU

Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer