Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Praperadilan Febrie Ditolak 

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Richard Edwin Basoeki membacakan amar putusan praperadilan yang diajukan eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Jaksel, Jalan Raya Ragunan, Kamis (27/8/2026). (Muhamad Ridwan/JPG)
Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Richard Edwin Basoeki membacakan amar putusan praperadilan yang diajukan eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Jaksel, Jalan Raya Ragunan, Kamis (27/8/2026). (Muhamad Ridwan/JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Putusan itu dibacakan Hakim Tunggal PN Jaksel Richard Edwin Basoeki, Kamis (27/8).

Praperadilan Febrie Ditolak 

Advertisement

Pembacaan putusan itu terkait perkara nomor 134/Pid.Pra/2026/PN.JKT.SEL dengan Termohon I Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, dan Termohon II Kortas Tipidkor Polri, serta Turut Termohon Kejaksaan Agung.

Hakim Richard Edwin menyebut permohonan praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah telah masuk ke dalam pokok perkara. Sehingga langkah praperadilan itu ditolak. “Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata Hakim Richard Edwin Basoeki membacakan amar putusan praperadilan di PN Jaksel, Kamis (27/8).

Advertisement

Tim hukum Febrie Adriansyah dalam permohonan praperadilan mempersoalkan proses hukum yang dijalankan Polda Metro Jaya terhadap kliennya. Dalam permohonan praperadilan, mereka menilai sejumlah surat perintah penyidikan dan tindakan upaya paksa yang dilakukan penyidik mengandung cacat hukum.

Salah satu yang dipersoalkan adalah Surat Perintah Penyidikan Nomor Sp.Did/2932/VII/RES.3.3/2026/Polda Metro Jaya tertanggal 6 Juli 2026. Pihak Febrie menilai surat tersebut tidak memiliki keabsahan hukum sehingga seharusnya dinyatakan batal demi hukum.

Selain surat penyidikan, tim hukum juga menggugat Surat Perintah Penggeledahan Nomor Sp.Gled/3006/VII/RES.3.3/2026/Polda Metro Jaya. Surat itu menjadi dasar penggeledahan di rumah keluarga Febrie yang berada di kawasan Sentul, Cluster Parahyangan Golf 2, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pihak Febrie menilai penggeledahan tersebut dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh izin dari ketua pengadilan negeri yang berwenang. Mereka juga mempersoalkan prosedur penggeledahan karena disebut tidak disaksikan oleh dua orang saksi serta tidak dihadiri kepala desa atau ketua lingkungan setempat.

Kuasa Hukum Febrie, Febri Diansyah, turut menyoroti penetapan tersangka yang menurutnya dilakukan tanpa pemeriksaan terhadap kliennya sebagai calon tersangka. Ia menilai kondisi tersebut, ditambah pelaksanaan penggeledahan, menunjukkan adanya persoalan prosedural dalam proses hukum yang dijalankan terhadap Febrie.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka, Pakai Rompi Pink Tangan Diborgol

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka, Pakai Rompi Pink Tangan Diborgol

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka, Pakai Rompi tahanan warna Pink Tangan Diborgol pada jumat (7/8/2026)

Ini yang Menjadi Alasan Kejagung Menahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK

Ini yang Menjadi Alasan Kejagung Menahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK

Kejagung menilai eks Jampidsus Febrie Adrisuyah banyak berjasa dalam kasus besar sehingga ditempatkan dalam tahanan yang lebih nyaman di KPK

Febrie Ditahan di Rutan KPK

Febrie Ditahan di Rutan KPK

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan di Rutan KPK usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan TPPU.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer