Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Kesehatan Dorong Mutu Layanan Faskes

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito foto bersama perwakilan faskes saat  Pertemuan Nasional Faskes BPJS Kesehatan Tahun 2026, Rabu (16/9/2026). Foto Istimewa
Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito foto bersama perwakilan faskes saat  Pertemuan Nasional Faskes BPJS Kesehatan Tahun 2026, Rabu (16/9/2026). Foto Istimewa

Advertisement

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- BPJS Kesehatan mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pelayanan, tetapi juga manfaat kesehatan yang dirasakan peserta.

Dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, Rabu (16/9/2026), Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan luasnya cakupan kepesertaan JKN perlu diikuti dengan peningkatan terhadap mutu yang diberikan oleh fasiltas kesehatan. Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia.

"Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo.

Menurut Pujo, peningkatan pemanfaatan layanan menunjukkan semakin terbukanya akses masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Per 1 September 2026, terdapat 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hingga 7.180 sarana penunjang yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Lebih dari itu, jumlah tersebut juga perlu diikuti dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan medis dan memberikan hasil kesehatan yang optimal.

Advertisement

Tak hanya itu, sepanjang 2014-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun ke fasilitas kesehatan untuk membayar pelayanan kesehatan. Menurut Pujo, itu bukanlah biaya yang sedikit. Ada banyak masyarakat yang bergantung JKN untuk berobat, apalagi jika penyakitnya berbiaya mahal atau membutuhkan waktu pengobatan panjang.

"Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik," kata Pujo.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan peran aktif fasilitas kesehatan. Karena itu, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bertajuk Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

"Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN," ujar Pujo.

Ia menambahkan, penguatan mutu layanan juga perlu dirasakan langsung oleh peserta ketika berada di fasilitas kesehatan. Untuk itu, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu sebagai bagian dari upaya memperkuat pengalaman peserta dalam memperoleh informasi dan pendampingan selama mengakses layanan kesehatan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan Mulai 1 November

RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan Mulai 1 November

RS Awal Bros Hangtuah resmi jadi mitra BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026, siap beri layanan medis berkualitas bagi peserta JKN di Pekanba

Ramai Isu Penonaktifan PBI, BPJS Kesehatan Dorong Peserta Rutin Cek Status Keaktifan

Ramai Isu Penonaktifan PBI, BPJS Kesehatan Dorong Peserta Rutin Cek Status Keaktifan

BPJS Kesehatan mengimbau peserta PBI JK rutin mengecek status kepesertaan JKN menyusul penonaktifan akibat pemutakhiran data penerima.

Skema Iuran UHC Dievaluasi Ulang, Hak Peserta JKN Tetap Jadi Prioritas

Skema Iuran UHC Dievaluasi Ulang, Hak Peserta JKN Tetap Jadi Prioritas

Pemprov Riau evaluasi skema UHC JKN demi keberlanjutan fiskal dan akurasi data kepesertaan agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjami

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer