
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - DUA hari setelah dilantik, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto melakukan penataan internal. Sebanyak 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri dimutasi. Sebanyak 14 merupakan PJU Polri, namun baru 9 yang dilantik, dan 18 kapolda. Kapolda Riau termasuk yang diganti dari Irjen Pol Herry Heryawan menjadi Irjen Pol Arman Achdiat. Irjen Pol Herry Heryawan mendapat promosi dan penugasan baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri menggantikan Komjen Karyoto yang memasuki masa pensiun.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam surat telegram tersebut, Herry Heryawan dimutasi dari jabatan Kapolda Riau untuk menduduki jabatan Kabaharkam Polri. Sementara itu, Irjen Pol Arman Achdiat ditunjuk sebagai Kapolda Riau menggantikan Herry Heryawan. Sebelumnya, Arman Achdiat tercatat sebagai Pati Baintelkam Polri dengan penugasan pada Badan Intelijen Negara (BIN).
Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto resmi melantik 27 perwira tinggi (Pati) Polri untuk mengisi sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga jajaran Kepolisian Daerah (Polda) di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10) malam. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa prosesi ini merupakan tindak lanjut dari surat telegram nomor 2205 yang mencakup mutasi terhadap total 88 personel. Namun, fokus utama agenda malam ini adalah pengukuhan 27 pejabat utama (PJU) dan Kapolda.
Baca Juga: Punya Rekam Jejak Panjang di Lalu Lintas dan Intelijen, Ini Profil Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat
“Ada 27 pejabat utama dan Kapolda. Maksudnya adalah pejabat utama di tingkat Mabes Polri dan beberapa Kapolda,” ujar Trunoyudo kepada awak media setelah prosesi pelantikan selesai.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi kunci di Mabes Polri kini resmi dijabat oleh wajah baru. Begitu juga para kapolda. Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas masing-masing. Kapolri meminta keberlanjutan program yang sudah berjalan serta penguatan soliditas organisasi guna menjaga stabilitas keamanan nasional.
Trunoyudo menambahkan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi. Langkah ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel serta penyegaran di tubuh Korps Bhayangkara.
“Tentu ini juga merupakan amanah baru yang harus dijaga untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas Trunoyudo.
Pengalaman Panjang di Lalu Lintas dan Intelijen
Baca Juga: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan Promosi Jadi Kabaharkam, Posisinya Digantikan Irjen Arman Achdiat
Tongkat Komando Polda Riau pun beralih dari Irjen Pol Herry Heryawan kepada Irjen Pol Arman Achdiat. Arman Achdiat merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1992. Ia juga tercatat menempuh pendidikan PTIK pada 2001 dan Sespim pada 2008. Karier Arman banyak bersentuhan dengan bidang lalu lintas. Pada 2017, ia dipercaya menduduki posisi Direktur Lalu Lintas Polda NTB. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari mutasi sejumlah pejabat Ditlantas di lingkungan Polri. Sebelum ditugaskan ke NTB, Arman menjabat Kasiagops A Rodalops Sops Polri.
Saat memimpin Ditlantas Polda NTB, Arman mendorong peningkatan pelayanan dan inovasi di bidang lalu lintas. Dua program yang pernah disebut sebagai program unggulan Ditlantas Polda NTB saat itu adalah Program Pahala dan Program Trampolin.
Arman juga mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lalu lintas. Dokumen Standar Operasional Prosedur Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda NTB tahun 2017 mencatat RTMC sebagai pusat komando, koordinasi, komunikasi dan informasi lalu lintas di wilayah NTB. Dokumen tersebut ditandatangani Arman dalam kapasitasnya sebagai Dirlantas Polda NTB.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




