Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

80 Persen Susu MBG Wajib dari Peternak Lokal

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Murid kelas 4 C di SDN 115 Kota Pekanbaru menikmati hidangan menu program Makan Bergizi Gratis, beberapa waktu lalu.  Badan Gizi Nasional mewajibkan 80 persen susu di program MBG berasal dari susu segar produksi peternak lokal mulai 1 November 2026. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)
Murid kelas 4 C di SDN 115 Kota Pekanbaru menikmati hidangan menu program Makan Bergizi Gratis, beberapa waktu lalu. Badan Gizi Nasional mewajibkan 80 persen susu di program MBG berasal dari susu segar produksi peternak lokal mulai 1 November 2026. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

Advertisement

ACEH (RIAUPOS.CO) - Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan 80 persen susu yang dibagikan kepada siswa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari susu segar produksi peternak lokal mulai 1 November 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas penyerapan hasil peternakan dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

”Mulai 1 November tahun ini, susu yang dibagikan kepada anak-anak kita di sekolah harus sesuai dengan ketentuan yang kami putuskan, yakni 80 persen harus susu segar yang berasal dari peternak lokal,” ujar Kepala BGN Sudaryono saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) HKTI Provinsi Aceh, pada Selasa (13/10) lalu.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha peternakan di berbagai daerah, termasuk wilayah yang memiliki potensi pengembangan peternakan sapi perah.

Dengan demikian, keperluan pangan untuk program pemerintah dapat menjadi peluang ekonomi bagi produsen lokal sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Ia menegaskan, penguatan keterlibatan peternak lokal perlu berjalan beriringan dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional. Ketersediaan bahan pangan yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pelaksanaan MBG sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Advertisement

Selain penguatan penyerapan susu lokal, BGN juga tengah menyiapkan mekanisme pengadaan bahan pangan berbasis digital untuk mempertemukan dapur SPPG dengan produsen secara lebih langsung. Rencana tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi harga dan memperkuat akses petani serta peternak terhadap pasar.

”In sya Allah, mulai November atau Desember ini kami akan meluncurkan semacam marketplace di BGN. Dapur-dapur nantinya wajib membeli tujuh komoditas melalui marketplace secara daring sehingga harganya jelas dan sumber telur, ayam, serta dagingnya berasal dari peternak, termasuk melalui koperasi-koperasi peternak,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menilai, mekanisme tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki rantai pasok pangan, terutama ketika produsen di tingkat hulu belum selalu memperoleh harga yang sebanding dengan kondisi pasar.

Melalui sistem pengadaan yang lebih transparan, BGN berupaya memperkuat keterhubungan antara kebutuhan dapur MBG dan hasil produksi petani maupun peternak.

Ia juga menyoroti pentingnya mengatasi praktik perantara yang berpotensi menekan harga di tingkat produsen. Menurutnya, pembenahan tata niaga harus dilakukan agar pelaksanaan MBG memberikan manfaat tidak hanya kepada penerima program, tetapi juga kepada pelaku usaha pangan di dalam negeri.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kawal Program MBG, Sinergi Pemkab dan BGN Dimaksimalkan 

Kawal Program MBG, Sinergi Pemkab dan BGN Dimaksimalkan 

Wakil Bupati Kampar Misharti menegaskan pentingnya sinergi Pemkab Kampar dan Badan Gizi Nasional untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis

Kawal Program MBG, Wabup Kampar Minta Sinergi Pemkab dan BGN Dimaksimalkan

Kawal Program MBG, Wabup Kampar Minta Sinergi Pemkab dan BGN Dimaksimalkan

Wakil Bupati Kampar yang juga Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kampar Misharti minta sinergi Pemkab dan BGN dimaksimalkan.

Siswa SDN 044 Karya Indah Sempat Jalani Perawatan di UGD, SPPG Tunggu Hasil Lab Sampel MBG

Siswa SDN 044 Karya Indah Sempat Jalani Perawatan di UGD, SPPG Tunggu Hasil Lab Sampel MBG

Siswa SDN 044 Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar sempat menjalani perawatan di UGD, SPPG menunggu hasil lab sampel MBG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer