WABAH VIRUS KORONA

Warga Tak Bisa Bedakan Mana yang Sehat dan Sudah Tertular

Nasional | Sabtu, 28 Maret 2020 - 04:33 WIB

Warga Tak Bisa Bedakan Mana yang Sehat dan Sudah Tertular
Jubir Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. (MUHAMMAD ALI/JAWA POS)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Banyaknya kasus positif virus corona yang tak bergejala, menimbulkan rasa cemas di masyarakat. Pasalnya, kita tak bisa lagi membedakan mana orang yang masih sehat atau sudah tertular. Sebab sejumlah kasus menunjukkan hasil positif pada seseorang tapi tidak merasakan gejala apapun atau hanya gejala ringan.

Pemerintah kini sedang melakukan upaya memutus mata rantai penularan dengan menemukan kasus-kasus positif di masyarakat. Penelusuran kontak dilakukan dengan skrining penapisan lewat rapid tes mengantisipasi risiko tertular.

"Agar cepat isolasi mandiri, anjuran pemerintah jaga jarak pada kontak sosial di tengah masyarakat harus dipatuhi," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto kepada wartawan, Jumat (27/3).


Sebab penularan terjadi melalui percikan ludah atau droplet. Itu bisa mengenai orang lain yang sehat. Sehingga penting untuk menjaga jarak.

"Terjadi kontak tak langsung juga bisa. Barang-barang yang sering digunakan bersama, pegangan gagang pintu. Lalu tak disertai cuci tangan sabun. Maka hindari kontak dekat, jaga jarak komunikasi sosial dengan siapapun," katanya.

Yurianto mengaku prihatin jika banyak anak muda yang masih berkerumun. Kemudian mereka menularkan virus pada keluarga yang lebih tua di rumah.

"Usia muda mungkin tak timbulkan gejala atau imunnya kuat. Tapi ternyata yang lansia tertular lebih rentan. Kita enggak tahu pasti dan tak bisa membedakan lagi siapa di luar, siapa yang sakit atau tidak," katanya.

"Positif tapi gejala ringan ini punya peluang besar tularkan ke orang lain apalagi yang rentan dengan penyakit pendahulu. Ambil jarak aman 2 meter," tambahnya.

Yurianto mengingatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci. Cuci tangan dengan sabun menjadi penting karena virus sangat rentan dan mudah hancur terkena sabun dan deterjen.

"Tak ada alasan tak ada hand sanitizer, cuci tanganlah pakai sabun. Batasi jarak dengan anggota keluarga saat isolasi mandiri. Pakai masker di rumah. Enggak usah panik beli vitamin di toko. Makanlah buah dan sayur yang cukup," jelasnya.

Sumber: Jawapos.co
Editor: Rinaldi

 






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU


Achmad - Idul Fitri

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-06-05-ok.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com