JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Basuki Hadimuljono resmi menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Basuki Hadimuljono adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt Kepala Otorita IKN pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Adapun pengangkatan Basuki sebagai Kepala Otorita IKN ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 151/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Otorita IKN yang ditetapkan di Jakarta pada 4 November 2024.
"Mengangkat Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN, kedua dan seterusnya ditetapkan di Jakarta, 4 November 2024," bunyi keputusan tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
Selanjutnya, Basuki Hadimuljono resmi dilantik dengan mengucap sumpah jabatan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Prabowo yang diikuti oleh Basuki Hadimuljono.
"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," sambung Prabowo yang diikuti Basuki.
Profil Basuki Hadimuljono
Basuki Hadimuljono lahir di Surakarta, 5 November 1954. Tepat di usianya yang ke-70 tahun, usai lengser menjadi Menteri PUPR ia justru mendapat kado dari Presiden Prabowo Subianto dengan dilantik menjadi Kepala Otorita IKN.
Basuki merupakan seorang lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kemudian menjadi PNS di Kementerian Pekerjaaan Umum. Setelah 31 tahun mengabdi sebagai PNS, ia dipercaya untuk menjadi Menteri PUPR di masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Karier Basuki terus berkembang di instansi tersebut. Ia bahkan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi magister dan doktor di Colorado State University, Amerika Serikat. Pada masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki juga dipercaya untuk menjadi bagian dari berbagai tim penanggulangan bencana.
Meliputi lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, rehabilitasi pasca-tsunami Aceh, kerawanan pangan di Yahukimo–Papua, dan perbaikan jalan tol Purbaleunyi di Bandung, Jawa Barat.
Selama proses pembangunan IKN, Basuki juga sudah banyak turut andil di dalamnya. Salah satu yang paling terkenang olehnya, adalah saat memastikan bahwa air bersih mengalir di IKN. Pasalnya, saat proses itu Basuki harus rela begadang hingga dini hari.***
Editor : RP Edwar Yaman