WABAH CORONA

PON Ditunda, PSTI Riau Reschedule Program Latihan

Olahraga | Rabu, 03 Juni 2020 - 01:04 WIB

PON Ditunda, PSTI Riau Reschedule Program Latihan
Kabid Binpres PSTI Riau Armon Yornis (keempat dari kanan), Ketua PSTI Riau Amri Yahya (tengah, baju merah-putih), dan Sekum PSTI Riau Amrisal Amir (kelima dari kanan) foto bersama dengan para pemain dan pengurus PSTI DKI Jakarta saat pertandingan persahabatan di GOR Purna MTQ, tahun 2019 lalu. (HARY B KORIUN/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang seharusnya digelar pada 2020 menjadi Oktober 2021 karena pandemi corona (Covid-19), membuat persiapan semua cabang olahraga (cabor) di setiap daerah menjadi mentah. 

Kondisi ini membuat semua cabor harus me-reschedule program latihan. Jika sebelumnya dirancang program latihan yang memungkinkan pas hari H seluruh atlet berada dalam peak perform (performa puncak), kini semua harus diprogram ulang karena PON baru akan dilaksanakan 18 bulan lagi.


Kondisi seperti ini juga dirasakan cabor sepaktakraw yang sudah memastikan diri lolos ke PON Papua setelah tim putra-putrinya juara dalam babak kualifikasi Wilayah I di Sukabumi, Jawa Barat, 2019 lalu. Saat ini seharusnya sudah melakukan tahap pematangan, namun semuanya menjadi mentah setelah corona mewabah.

Kabid Binpres PSTI Riau, H Armon Yornis menjelaskan, setelah pulang dari babak kualifikasi di Sukabumi, para pemain Riau terus melakukan latihan secara intensif. Namun ketika pandemi corona datang, para atlet dianjurkan latihan mandiri di rumah masing-masing dengan program dari tim pelatih. Ini dilakukan mengikuti protokol yang disampaikan pemerintah agar tidak membuat kerumunan untuk memutus penularan corona.

"Mau tak mau harus melakukan penyesuaian terhadap program latihan yang sudah dibuat. Atlet latihan mandiri di rumah dengan program yang sudah diberi pelatih. Mereka harus memvideokan dan melaporkannya ke kami," kata mantan pemain nasional ini kepada Riaupos.co, Selasa (2/5/2020).

Kondisi ini berlangsung hampir tiga bulan. Meskipun tidak maksimal, tapi menurut Armon, cara itu harus dilakukan agar para pemain tetap berlatih dan tidak kehilangan sentuhan. 

Kini, saat protokol new normal (kenormalan baru) akan diterapkan dan status Kota Pekanbaru sudah zona kuning, pihaknya sudah berpikir untuk melakukan latihan bersama lagi. 

"Secepatnya akan kami rapatkan dan membuat keputusan yang terbaik," jelas Armon lagi.

Armon juga nambahkan, jika ke depan pandemi corona ini mereda dan iven-iven olahraga sudah boleh digelar, maka program latihan akan disusun dan disesuaikan untuk mengikuti pertandingan-pertandingan yang ada sebagai sasaran antara sebelum tampil di PON.

"Kita lihat bersama kondisi pandemi ini bagaimana. Setelah itu apakah ada program kejuaraan dari PB PSTI, atau kejuaraan lainnya yang memungkinkan untuk digelar. Kita semua berharap wabah ini segera berakhir," jelas Armon mengakhiri.

Laporan/Editor: Hary B Koriun




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-13.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com