SEA GAMES 2019

Semoga SEA Games Selanjutnya di Vietnam Jauh Lebih Baik

Olahraga | Kamis, 12 Desember 2019 - 22:10 WIB

Semoga SEA Games Selanjutnya di Vietnam Jauh Lebih Baik
Suasana closing ceremony SEA Games 2019 di The New Clark City Athletics Stadium tadi malam (11/12). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

MANILA (RIAUPOS.CO) -- Seremoni penutupan SEA Games 2019 tadi malam (11/12) terasa sangat meriah. Dikemas ala konser musik, closing ceremony menampilkan grup musik lawas Journey dan Black Eyed Peas.

Ribuan atlet dan ofisial menyesaki lapangan rumput di stadion atletik New Clark City, berkumpul di depan panggung. Mereka berbaur tanpa sekat dan batas negara serta bersama-sama menikmati musik dan kemenangan.


Journey membuka konser dengan hit andalannya, Don't Stop Believin'. Suara Arnel Pineda, sang lead vocalist yang juga putra daerah Filipina, begitu khas dan masih bertenaga. Mereka tidak hanya membawakan lagu sendiri, tetapi juga sederet hit dari era 80-an. Mulai Livin on a Prayer-nya Bon Jovi, Sweet Child O’Mine milik Guns N’ Roses, sampai We are the Champions yang dipopulerkan Queen.

Black Eyed Peas tidak mau kalah keren. Kelompok hiphop asal AS tersebut memanaskan suasana dengan single andalan Boom Boom Pow. Salah seorang personel mereka, Allan Pineda Lindo atau yang dikenal apl.de.ap, berinteraksi menggunakan bahasa Tagalog.

Mereka juga menyanyikan lagu Bebot yang semua liriknya berbahasa Filipina. Where is the Love dan I Gotta Feeling memungkasi penampilan mereka yang sangat menghibur.

Chairman PHISGOC (Philippine Southeast Asian Games Organizing Committee) Alan Peter Cayetano memuji penyelenggaraan SEA Games. Dia mengklaimnya sebagai yang terbesar dan terbaik sepanjang sejarah. Sebab, pihaknya merancang SEA Games 2019 sekelas Asian Games. "Dengan standar itu, kami membuat event ini berkelas dunia," ujar Cayetano.

Seperti tercium sejak hari pertama, Filipina menjadi juara umum SEA Games ke-30 ini. Mereka mengoleksi 149 emas, 117 perak, dan 121 perunggu dari 530 nomor yang dipertandingkan. Itulah kesuksesan besar Filipina sepanjang mengikuti multievent dua tahunan tersebut. Tuan rumah kali terakhir mendapatkan lebih dari seratus emas pada 2005. Tepatnya 113 emas.

"Tahun ini Natal datang lebih cepat buat negeri ini. Kami memberikan kado spesial berupa 149 medali emas. Selanjutnya, kami mempersiapkan diri untuk ASEAN Para Games dan Olimpiade Tokyo 2020," papar pria berkacamata tersebut dengan bangga.

PHISGOC juga menyerahkan bendera SEA Games kepada perwakilan Vietnam, tuan rumah edisi 2021. Vietnam memutar video teaser tentang negara mereka. PHISGOC berharap Vietnam bisa menjamu para atlet dan seluruh kontingen dengan lebih baik.

Dalam seremoni tadi malam, diserahkan pula penghargaan most valuable player (MVP) untuk kategori putra dan putri. Namun, gelar yang paling spesial diraih surfer Filipina Roger Casugay. Dia mendapatkan titel fair play athlete setelah aksi heroiknya menolong peselancar Indonesia Arip Nurhidayat yang tergulung ombak saat lomba.

"Apa yang dilakukan Roger ini sangat menginspirasi. Dia lebih memilih menyelamatkan nyawa orang lain daripada satu emas," tutur Cayetano.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-10.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com