Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap Adu Produktivitas Lagi 

j
Penulis: jpg❯
OUSMANE DEMBELE. (JPG)
OUSMANE DEMBELE. (JPG)

Advertisement

 
MUNCHEN (RIAUPOS.CO) - Paris Saint-Germain (PSG) mengungguli Bayern Munchen 5-4 dalam first leg semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Paris, pekan lalu (29/4). Second leg di kandang Bayern, Allianz Arena, Munchen, dini hari nanti (siaran langsung SCTV/beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB) diprediksi kembali banjir gol.

Sebagai tuan rumah dan defisit, Bayern bertekad untuk kembali tampil produktif ketimbang memperkuat pertahanan. Gawang Die Roten-sebutan Bayern-kebobolan 16 gol dalam enam laga terakhir, termasuk tiga kali bisa dibobol FC Heidenheim di Bundesliga pada akhir pekan lalu (2/5). 

“Kami tidak akan duduk dan bertahan,” kata gelandang pivot Bayern Joshua Kimmich seperti dilansir dari Abendzeitung Munchen. “Kami benar-benar membutuhkan gol. Kami harus memburunya (gol) sejak awal,” tegas Kimmich.

Advertisement

Gelandang jangkar PSG Vitinha juga menyebut, tetap bermain menyerang di Allianz Arena lebih realistis ketimbang memperketat pertahanan. Vitinha memberi contoh Les Parisiens-julukan PSG-yang mencetak delapan gol dalam tiga laga tandang (rata-rata lebih dari 2 gol per laga) selama fase gugur Liga Champions musim ini.  

“Tim kami tidak didesain untuk puas hanya dengan mencetak satu gol,” tutur pemain terbaik Piala Interkontinental 2025 tersebut kepada Le Parisien.    

Advertisement

Trisula Lawan Trisula 

Bayern maupun PSG sama-sama memiliki trisula sebagai mesin gol masing-masing. Die Roten mengandalkan Harry Kane yang didukung dua wide attacker, Luis Diaz dan Michael Olise. Ketiganya telah menghasilkan 25 gol dari 42 gol Bayern di Liga Champions musim ini atau 59 persen.

Sementara PSG memiliki trisula Ousmane Dembele-Khvicha Kvaratskhelia-Desire Doue yang berkontribusi 22 gol dari 43 gol di Liga Champions musim ini atau 51 persen. “Aku lebih suka semua pemainku bisa diandalkan untuk mencetak gol ketimbang hanya mereka yang berada di lini serang,” kata entraineur PSG Luis Enrique seperti dilansir dari L’Equipe. 

Sementara der trainer Bayern Vincent Kompany menilai pengalaman Kane-Diaz-Olise melakukan transisi serangan cepat semasa berkarier di Premier League sangat membantu saat bermain di Die Roten. “Apalagi ketiganya ditunjang ketangguhan fisik maupun kemampuan teknis yang sangat baik,” ucap Kompany kepada Bavarian Football Works. 

Pengganti Hakimi

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Disingkirkan Arsenal di Liga Champions, Simeone: Kami Bersaing dengan Tim yang Luar Biasa

Disingkirkan Arsenal di Liga Champions, Simeone: Kami Bersaing dengan Tim yang Luar Biasa

Meski disingkirkan Arsenal, Diego Simeone mengatakan Atletico Madrid telah memberikan segalanya selama dua leg pertandingan semifinal.

Arsenal Singkirkan Atlético Madrid untuk Akhiri Paceklik Final Liga Champions

Arsenal Singkirkan Atlético Madrid untuk Akhiri Paceklik Final Liga Champions

Arsenal mengakhiri penantian 20 tahun untuk kembali lolos ke final Liga Champions setelah menang agregat 2-1 atas Atletico Madrid semifinal.

Mourinho Puji Bellingham sebagai Pemain  Unik setelah Real Madrid Menang Dramatis di Athena

Mourinho Puji Bellingham sebagai Pemain  Unik setelah Real Madrid Menang Dramatis di Athena

Jose Mourinho memuji Jude Bellingham sebagai pemain unik yang serbabisa setelah Real Madrid menang dramatis di Athena.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer