
VANCOUVER (RIAUPOS.CO) - Dua belas tahun lalu James Rodriguez muncul menjadi breakout star (wajah baru yang bersinar) di Piala Dunia 2014. Belum memiliki rekam jejak mentereng, gelandang serang Kolombia itu tampil mengejutkan dengan mengoleksi torehan enam gol yang membuatnya meraih Golden Boot.
Di Piala Dunia 2026, predikat tersebut boleh dibilang sudah ditahbiskan kepada Johan Manzambi. Gelandang serang Swiss berusia 20 tahun itu telah mengoleksi tiga gol dan dua umpan gol hanya dalam empat pertandingan. Dini hari nanti (8/7), kedua breakout star dari dua generasi berbeda itu akan saling berhadapan dalam babak 16 besar di BC Place, Vancouver (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 03.00 WIB).
Berawal dari Cadangan
Catatan tiga gol dan dua umpan gol menempatkan Manzambi di peringkat kelima daftar sementara attacking FIFA Power Ranking dengan nilai 7,38. Pemain SC Freiburg itu hanya kalah oleh deretan bintang dunia seperti Kylian Mbappe (8,72), Lionel Messi (8,07), Erling Haaland (8,06), dan Harry Kane (7,42).
Baca Juga: Air Mata Cristiano Ronaldo Akhiri Mimpi Angkat Trofi Piala Dunia Usai Kalah dari Spanyol 0-1
Manzambi juga sebenarnya tidak langsung menjadi pilihan utama pelatih Swiss Murat Yakin. Dia hanya tampil sebagai pemain pengganti melawan Qatar sebelum mencetak brace dari bangku cadangan menghadapi Bosnia-Herzegovina. Setelah itu, tempatnya nyaris tak tergantikan.
“Dia bisa bermain di lini belakang, lini tengah, sayap, bahkan sebagai penyerang. Dia adalah pemain yang bisa mengejutkan kami sekaligus mengejutkan lawan,” kata Yakin tentang Manzambi seperti dilansir dari Reuters.
James Masih Andalan
Di sisi lain, James tetap menjadi pusat permainan Kolombia meski usianya akan menginjak 35 tahun pada 12 Juli nanti. Menurut data The Athletic, James sudah mencatat enam switch of play (umpan diagonal panjang ke sisi lain permainan), terbanyak sementara di Piala Dunia 2026.
Hampir seluruh serangan La Tricolor-julukan Kolombia-dibangun melalui distribusi umpannya dari sisi kanan yang kemudian bergerak ke area tengah. “Dia memang berlari lebih sedikit sekarang, tetapi berpikir lebih banyak. Dia dikelilingi pemain yang tepat dan itulah yang membuatnya tetap bermain bagus,” kata pelatih Nestor Lorenzo.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




