
ATLANTA (RIAUPOS.CO) - Lionel Messi masih melanjutkan kiprahnya di perempat final Piala Dunia 2026. Messi memimpin Argentina menang comeback 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, AS, kemarin (8/7). Namun, kemenangan dramatis itu dibayangi dua keputusan kontroversial.
Gol false nine Mesir Mostafa Ziko pada menit ke-58 dianulir melalui tinjauan VAR (video assistant referee). Ada pelanggaran terhadap bek tengah Argentina Lisandro Martinez sebelum Mesir melakukan serangan balasan yang berbuah gol tersebut.
Namun, wasit Francois Letexier asal Prancis memilih tidak meninjau VAR atas situasi serupa pada menit ke-90+4. Yaitu klaim pelanggaran Mesir terhadap kapten Mohamed Salah yang dilakukan striker Julian Alvarez sebelum Argentina mencetak gol kemenangan via Enzo Fernandez pada menit ke-90+2.
Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Bisa Menghadapi Investigasi Terkait Kontak dengan Donald Trump
Ziko pun menyebut keputusan wasit menjadi penyebab utama kegagalan Mesir menciptakan sejarah lolos ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama. “Ini tidak adil, benar-benar tidak adil. Wasit telah menyia-nyiakan semua kerja keras kami lewat keputusan-keputusannya,” kata Ziko kepada media Kanada TSN.
Wide attacker berusia 29 tahun itu menyebut, timnya sudah tidak bisa berbuat banyak setelah sempat unggul 2-0. “Kami ingin membuat seluruh rakyat Mesir bahagia, tetapi itu tidak terjadi karena keputusan wasit. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Argentina karena mereka akan menjadi juara Piala Dunia,” tutur pemain klub lokal Mesir Pyramids FC tersebut dikutip dari Ahram Online.
Soroti Penerapan VAR
Dari dua kontroversi tersebut, gol Ziko yang dianulir menjadi sorotan utama. Mantan wasit Premier League yang kini menjadi analis The Athletic, Graham Scott, menilai gol tersebut seharusnya disahkan. Menurut Scott, duel antara gelandang Mesir Marwan Attia dan Lisandro Martinez merupakan kontak normal.
Insiden itu juga terjadi jauh dari gawang Argentina sehingga tidak layak diintervensi VAR. “Itu adalah intervensi yang mengejutkan dan bentuk penggunaan VAR yang melampaui fungsinya untuk mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas,” kata Scott.
Pendapat serupa disampaikan Fernando Guerrero. Mantan anggota tim VAR di final Piala Dunia 2022 itu menilai bukan hanya keputusan wasit yang keliru, tetapi juga penerapan protokol VAR. “Tidak ada pelanggaran terhadap pemain Argentina tersebut,” tulis Guerrero melalui akun X.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




