Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Folarin Balogun Berbuntut Panjang

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun  berdebat dengan wasit Adham Makhadmeh dalam pertan­dingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belgia di Stadion Seattle, Senin (6/7/2026).(afp)
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun berdebat dengan wasit Adham Makhadmeh dalam pertan­dingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belgia di Stadion Seattle, Senin (6/7/2026).(afp)

Advertisement

 

KANADA (RIAUPOS.CO) - Puluhan ang­gota parlemen Eropa secara resmi mendorong dibukanya penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Inisiatif itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan Infantino dalam keputusan kontroversial yang mengizinkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap bermain meski telah menerima kartu merah. 

Balogun mendapat kartu merah saat Amerika Serikat meraih kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina dalam laga Piala Dunia 2026 pada 2 Juli. Berdasarkan aturan yang berlaku, hukuman itu semestinya membuat Balogun absen pada pertandingan berikutnya. Namun, FIFA secara mengejutkan mencabut sanksi yang dijatuhkan sehingga Balogun dapat tampil kembali saat pertandingan melawan Belgia pada Selasa (7/7). 

Advertisement

Keputusan itu memunculkan kritik keras dari sejumlah legislator Uni Eropa. Dalam pernyataan bersama, anggota Parlemen Eropa Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang menilai langkah FIFA sebagai tindakan yang mencederai prinsip keadilan dalam olahraga.

“Mengubah aturan terkait sanksi kartu merah di tengah turnamen merupakan sebuah aib dan bentuk penyimpangan terhadap keadilan,” tulis pernyataan itu dikutip dari AP. Para legis­lator juga menuding bahwa keputusan itu tidak lepas dari campur tangan politik, khususnya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut melakukan intervensi langsung kepada Infantino.

Advertisement

Para legislator menilai peristiwa ini sebagai bukti bahwa FIFA kembali tunduk pada tekanan politik. “Sekali lagi, kita melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump,” lanjut pernyataan itu.

Sebagai tindak lanjut, para anggota parlemen Eropa meminta asosiasi sepak bola nasional di negara-negara Uni Eropa untuk mendorong Komite Etik FIFA agar menyelidiki Infantino. Penyelidikan itu diharapkan dapat mengungkap apakah tekanan dari pemerintah Amerika Serikat sebenarnya memengaruhi keputusan pencabutan sanksi, serta menelusuri kemungkinan pelanggaran lain terkait netralitas politik, termasuk pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump

“Kami merasa sudah saatnya asosiasi sepak bola Eropa yang semuanya merupakan anggota FIFA, turun tangan dan meminta FIFA menyelidiki proses pengambilan keputusan terkait kasus Balogun tersebut,” tulis pernyataan itu.

Sementara itu, FIFA sebelumnya telah menyatakan bahwa keputusan pencabutan sanksi terhadap Balogun merupakan hasil keputusan komite disiplin, bukan intervensi individu. 

Hingga saat ini, sedikitnya 35 anggota parlemen Eropa telah menandatangani surat dukungan untuk penyelidikan tersebut. Mereka menegaskan bahwa esensi olahraga terletak pada aturan yang adil, transparan, dan tidak memihak. “Keindahan olahraga terletak pada aturan yang tidak memihak dan transparan. Ketika tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, maka rasa keadilan itu hilang,” tegas para legislator.(jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Presiden FIFA Gianni Infantino Bisa Menghadapi Investigasi Terkait Kontak dengan Donald Trump

Presiden FIFA Gianni Infantino Bisa Menghadapi Investigasi Terkait Kontak dengan Donald Trump

Presiden FIFA Gianni Infantino bisa menghadapi investigasi atas keterlibatannya dalam keputusan untuk mengizinkan striker AS Folarin Balogun

Gianni Infantino Minta Maaf atas Kesalahan, tapi Dapat Dukungan Penuh dari Dewan FIFA

Gianni Infantino Minta Maaf atas Kesalahan, tapi Dapat Dukungan Penuh dari Dewan FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino tengah mendapat tekanan dan minta maaf atas kesalahan, tapi mendapat dukungan penuh dari Dewan FIFA.

Kritik Rencana 64 Kontestan PD 2030

Kritik Rencana 64 Kontestan PD 2030

FIFA dikritik usai Gianni Infantino mengusulkan Piala Dunia 2030 diikuti 64 negara. UEFA dan Concacaf menolak rencana tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer