
WASHINGTONDC (RIAUPOS.CO) - Penambahan peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim diharapkan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara di luar kekuatan tradisional untuk bersaing. Pada kenyataannya, enam dari delapan tim yang bertahan berasal dari Eropa.
Afrika mengirim 10 wakil atau dua kali lipat lebih banyak. Asia tampil dengan sembilan peserta dari sebelumnya enam peserta. Sementara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada lolos otomatis sebagai tuan rumah sehingga CONCACAF punya sembilan wakil. Konfigurasi itu diharapkan membuat Piala Dunia 2026 bukan hanya arena persaingan Eropa (16 wakil) dan Conmebol (6 wakil).
Harapan itu sempat terlihat sepanjang fase grup hingga babak 16 besar. Sejumlah wakil Asia tidak terkalahkan pada laga pembuka. Sembilan dari 10 wakil Afrika berhasil lolos ke fase gugur. Ketiga tuan rumah pun sama-sama mampu melaju hingga babak 16 besar.
Namun, saat memasuki perempat final, peta kekuatan kembali mengerucut. Enam dari delapan tim yang lolos berasal dari Eropa, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, Belgia, Norwegia, dan Swiss. Amerika Selatan dan Afrika masing-masing hanya menyisakan satu wakil. Asia? Nihil.
Sistem Jadi Pembeda
Apa yang membuat Eropa terus mendominasi? Sejumlah media menilai keunggulan negara-negara Benua Biru bukan hanya lahir dari kualitas individu pemain, melainkan dibangun melalui sistem yang berkembang selama puluhan tahun.
Marca melaporkan, keunggulan timnas asal Eropa ditopang infrastruktur sepakbola, pembinaan usia muda, pemahaman taktik, hingga kualitas lima liga elite. Yakni, Premier League, LALIGA, Bundesliga, Serie A, dan Ligue 1. Kompetisi yang ketat membuat para pemain terbiasa menghadapi pertandingan berintensitas tinggi sejak usia muda.
Michael Cox dalam kolomnya di The Athletic juga menilai kekuatan finansial dan pembinaan usia muda menjadi faktor utama. Selain itu, kualitas kompetisi juga memegang peranan. Bukan hanya domestik, tetapi juga Euro (Piala Eropa) maupun Nations League.
“Euro menawarkan persaingan yang nyaris setara dengan Piala Dunia sehingga menjadi bekal ideal bagi para pemain sebelum tampil di turnamen terbesar tersebut,” tulis analis sepakbola ternama asal Inggris tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




