Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jannik Sinner Tebus Luka Paris di Wimbledon

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Petenis Italia Jannik Sinner mengembalikan bola ke petenis Jerman Alexander Zverev dalam pertandingan final tunggal putra Kejuaraan Wimbledon 2026 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon,  Ahad (12/7/2026).  (Henry NICHOLLS/AFP)
Petenis Italia Jannik Sinner mengembalikan bola ke petenis Jerman Alexander Zverev dalam pertandingan final tunggal putra Kejuaraan Wimbledon 2026 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, Ahad (12/7/2026). (Henry NICHOLLS/AFP)

Advertisement

 

LONDON (RIAUPOS.CO) - Jannik Sinner membuktikan bahwa kekalahan pahit di French Open pada Mei lalu bukan akhir dari perjalanannya. Petenis nomor satu dunia itu bangkit untuk mempertahankan gelar Wimbledon 2026, dengan mengalahkan Alexander Zverev 6-7 (7), 7-6 (2), 6-3, 6-4 dalam laga final, Senin (13/7) dini hari.

Gelar di London tersebut sekaligus menjadi trofi grand slam kelima dalam karier Sinner. Petenis 24 tahun itu juga menjadi pemain ke-10 pada era terbuka yang mampu mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon.

Advertisement

Namun, dibandingkan musim lalu, gelar kali ini memiliki arti lebih bagi Sinner. Sebab, dia harus melewati masa sulit setelah ter­singkir pada babak kedua French Open. Saat itu, Sinner sempat ung­gul dua set dan memimpin 5-1, tetapi akhirnya kalah dari Juan Manuel Cerundolo.

“Saya merasa gelar ini sangat berarti. Karena setelah Paris, semuanya terasa berat. Tahun lalu juga sulit. Kami bekerja sangat keras dan banyak berkorban untuk berada di posisi ini,” ujar Sinner seusai pertandingan seperti dikutip BBC.

Advertisement

Roland Garros Mengubah Segalanya

Setelah tersingkir lebih cepat di Roland Garros -nama populer French Open- akibat masalah fisik, tim pelatih Sinner melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satu­nya untuk fokus sepenuhnya di Wimbledon dan tidak mengikuti turnamen pemanasan di lapangan rumput.

Selama Wimbledon, Sinner juga memiliki rutinitas khusus saat pergantian set. Dia meninggalkan lapangan untuk mengganti pakaian dan menghabiskan beberapa menit di ruangan ber-AC. Langkah itu dilakukan untuk membantu Sinner menghadapi kondisi cuaca panas ekstrim yang seringkali membuatnya kesulitan.

“Penting untuk diingat bahwa dia tumbuh di Pegunungan Alpen Italia. Semakin sering dia berlatih dalam kondisi panas, semakin baik pula persiapannya,” ujar pelatih Darren Cahill seperti dikutip Punto de Break.

Selain persiapan fisik, Sinner juga terus memperbaiki kualitas servis. Hasilnya terlihat di fase akhir turnamen. Dia tercatat sebagai petenis putra pertama sejak Roger Federer pada Wimbledon 2003 yang menjuarai turnamen tanpa kehilangan servis pada semifinal dan final.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kalahkan Novak Djokovic di Semifinal, Jannik Sinner Bidik Gelar Kedua Wimbledon

Kalahkan Novak Djokovic di Semifinal, Jannik Sinner Bidik Gelar Kedua Wimbledon

Kalahkan petenis Serbia Novak Djokovic di semifinal, petenis Italia Jannik Sinner membidik gelar kedua di Wimbledon.

Jannik Sinner Bertahan dari Hujan, Kalahkan Medvedev untuk Melaju ke Final Italian Open Hadapi Casper Ruud

Jannik Sinner Bertahan dari Hujan, Kalahkan Medvedev untuk Melaju ke Final Italian Open Hadapi Casper Ruud

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner bertahan dari hujan, kalahkan Medvedev untuk lolos ke final Italian Open hadapi Casper Ruud.

Lolos ke Perempatfinal Italian Open, Jannik Sinner Samai Rekor Kemenangan Beruntun Djokovic di Masters Series

Lolos ke Perempatfinal Italian Open, Jannik Sinner Samai Rekor Kemenangan Beruntun Djokovic di Masters Series

Jannik Sinner lolos ke perempatfinal Italian Open untuk menyamai rekor kemenangan beruntun Novak Djokovic di Masters Series.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer