
MIAMI GARDEN (RIAUPOS.CO) - Didier Deschamps menutup 14 tahun kepemimpinannya bersama timnas Prancis dengan hasil negatif. Les Bleus -julukan Prancis- takluk 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Ahad (19/7).
Akhir pahit itu bahkan sudah terasa sejak awal babak pertama. Tepatnya ketika Declan Rice membuka keunggulan Inggris saat laga baru berjalan tiga menit. Prancis kemudian tak mampu bangkit dan justru tertinggal 0-4 saat turun minum.
Hasil di babak pertama itu menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Les Bleus. Untuk pertama kalinya sejak 1968, Prancis tertinggal empat gol saat jeda. Mereka juga kebobolan enam gol untuk pertama kalinya sejak takluk 2-6 dari Swiss dalam laga uji coba pada 1960.
Baca Juga: Capaian Terbaik selama Enam Dekade
Bangkit Setelah Jeda
Meski tertinggal empat gol, Deschamps sebenarnya tidak menyerah. Dia sempat memberikan speech yang membangkitkan semangat tim. “Pelatih memberikan pidato yang luar biasa saat jeda. Dia terutama berbicara tentang harga diri dan kewajiban memberikan segalanya demi seragam timnas Prancis,” ujar gelandang Aurelien Tchouameni dikutip dari L’Equipe.
Selain itu, Deschamps juga melakukan empat pergantian pemain sekaligus, termasuk menarik Rayan Cherki yang kabarnya sempat mengabaikan instruksinya di babak pertama. Perubahan pun langsung terlihat. Prancis bangkit lewat dua gol Kylian Mbappé dan satu gol Bradley Barcola. Namun, kebangkitan tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Les Bleus dari kekalahan.
Deschamps berusaha melihat sisi positif dari kekalahan itu. “Setidaknya permainan kami mulai terlihat seperti tim yang sebenarnya. Tidak semuanya harus dibuang. Tim ini memiliki banyak pemain muda berbakat dan kualitas untuk meraih hasil-hasil besar,” ucapnya optimistis.
Emosional di Ruang Ganti
Setelah laga usai, perhatian para pemain tidak lagi tertuju pada skor. Mereka tetap memberikan penghormatan kepada Deschamps yang menjalani laga terakhirnya sebagai pelatih Les Bleus. “Pertandingan ini tidak akan menghapus status Didier Deschamps sebagai legenda,” tegas Mbappe dikutip dari L’Equipe.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




