Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhir Pahit Deschamps

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps saat berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Inggris di Stadion Miami, Ahad (19/7/2026). (CHANDAN KHANNA/AFP)
Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps saat berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Inggris di Stadion Miami, Ahad (19/7/2026). (CHANDAN KHANNA/AFP)

Advertisement

 

MIAMI GARDEN (RIAUPOS.CO) - Didier Deschamps menutup 14 tahun kepe­mimpinannya bersama timnas Prancis dengan hasil negatif. Les Bleus -julukan Prancis- takluk 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Ahad (19/7).

Akhir pahit itu bahkan sudah terasa sejak awal babak pertama. Tepatnya ketika Declan Rice membuka keunggulan Inggris saat laga baru berjalan tiga menit. Prancis kemudian tak mampu bangkit dan justru tertinggal 0-4 saat turun minum.

Advertisement

Hasil di babak pertama itu menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Les Bleus. Untuk pertama kalinya sejak 1968, Prancis tertinggal empat gol saat jeda. Mereka juga kebobolan enam gol untuk pertama kalinya sejak takluk 2-6 dari Swiss dalam laga uji coba pada 1960. 

Bangkit Setelah Jeda

Advertisement

Meski tertinggal empat gol, Deschamps sebenarnya tidak menyerah. Dia sempat memberikan speech yang membangkitkan semangat tim. “Pelatih memberikan pidato yang luar biasa saat jeda. Dia terutama berbicara tentang harga diri dan kewajiban memberikan segalanya demi seragam timnas Prancis,” ujar gelandang Aurelien Tchouameni dikutip dari L’Equipe.

Selain itu, Deschamps juga melakukan empat pergantian pemain sekaligus, termasuk menarik Rayan Cherki yang kabarnya sempat mengabaikan instruksinya di babak pertama. Perubahan pun langsung terlihat. Prancis bangkit lewat dua gol Kylian Mbappé dan satu gol Bradley Barcola. Namun, kebangkitan tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Les Bleus dari kekalahan.

Deschamps berusaha melihat sisi positif dari kekalahan itu. “Setidaknya permainan kami mulai terlihat seperti tim yang sebenarnya. Tidak semuanya harus dibuang. Tim ini memiliki banyak pemain muda berbakat dan kualitas untuk meraih hasil-hasil besar,” ucapnya optimistis.

Emosional di Ruang Ganti

Setelah laga usai, perhatian para pemain tidak lagi tertuju pada skor. Mereka tetap memberikan penghormatan kepada Deschamps yang menjalani laga terakhirnya sebagai pelatih Les Bleus. “Pertandingan ini tidak akan menghapus status Didier Deschamps sebagai legenda,” tegas Mbappe dikutip dari L’Equipe. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Didier Deschamps Sebut Prancis Tidak Cukup Bagus untuk Kalahkan Spanyol

Didier Deschamps Sebut Prancis Tidak Cukup Bagus untuk Kalahkan Spanyol

Pelatih Les Bleus Didier Deschamps mengatakan Prancis tidak cukup bagus untuk mengalahkan Spanyol pada laga semifinal PIala Dunia 2026.

Didier Deschamps Tak Khawatir dengan Wasit Argentina dalam Pertandingan Piala Dunia Prancis vs Maroko

Didier Deschamps Tak Khawatir dengan Wasit Argentina dalam Pertandingan Piala Dunia Prancis vs Maroko

Didier Deschamps tidak khawatir dengan wasit Argentina dalam pertandingan Piala Dunia 2026 kontra Maroko di perempatfinal.

Awal Wajab Baru Les Bleus, Zinedine Zidane Ditantang Melebihi Didier Deschamps

Awal Wajab Baru Les Bleus, Zinedine Zidane Ditantang Melebihi Didier Deschamps

Zinedine Zidane resmi memulai debutnya sebagai pelatih timnas Prancis menghadapi Turki pada matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer