Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Didenda Rp20 Juta, PSPS Layangkan Surat ke PSSI

D
Penulis: Dofi Iskandar❯
M TEZA TAUFIK. (JPG)
M TEZA TAUFIK. (JPG)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS Pekanbaru melayangkan surat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Manajemen PSPS menilai sanksi tersebut tidak tepat karena laporan yang menjadi dasar penjatuhan hukuman dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul dugaan pe­langgaran yang dilakukan panitia pelaksana pertandi­ngan PSPS Pekanbaru kontra Persiku Kudus. Panitia pelaksana dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan setelah pertandingan yang berlangsung pada 26 Oktober lalu.

Dalam laporan yang menjadi dasar sanksi, disebutkan terdapat satu orang personel yang memasuki area Field of Play (FOP) atau area lapangan pertandingan serta ruang ganti (locker room) Persiku Kudus. Personel tersebut dilaporkan tidak menggunakan tanda pengenal atau ID card.

Atas pelanggaran tersebut, PSPS Pekanbaru dijatuhi sanksi denda sebesar Rp20 juta. Namun, manajemen klub berjuluk Askar Bertuah itu tidak menerima begitu saja keputusan tersebut dan memilih mengajukan keberatan secara resmi kepada PSSI.

Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik membenarkan,  klubnya menerima sanksi denda tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti yang dinilai dapat membantah laporan yang menjadi dasar penjatuhan sanksi.

Advertisement

“Betul kita kena denda. Namun, kita punya bukti  sanksi ini tidak tepat. Dan kita sudah bersurat kepada PSSI terkait hal ini,” ujar Teza, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, surat yang dilayangkan manajemen PSPS kepada PSSI memuat permohonan pembatalan sanksi sekaligus meminta agar match commissioner atau pengawas pertandingan yang bertugas dievaluasi.

Menurut Teza, keberatan tersebut berkaitan dengan laporan yang menyebutkan adanya personel tanpa ID card di ruang ganti Persiku Kudus. Padahal, berdasarkan penjelasan manajemen PSPS, personel yang dimaksud merupakan Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu.

“Karena laporannya menyebutkan adanya personel tanpa ID card di locker room. Yang mana personel yang tidak menggunakan ID itu adalah Dirtek Persiku, Kahudi Wahyu,” terangnya.

Teza mengatakan, foto yang dijadikan bukti keberadaan personel tanpa tanda pengenal tersebut diambil sekitar pukul 18.05 WIB. Menurut dia, pada waktu itu pertandingan telah selesai dan rombongan Persiku Kudus sudah bersiap meninggalkan stadion untuk kembali ke hotel.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Sumbang 7 Gol dalam 7 Laga, Antonio Gamaroni Andalan PSPS Pekanbaru

Sumbang 7 Gol dalam 7 Laga, Antonio Gamaroni Andalan PSPS Pekanbaru

Antonio Gamaroni menunjukkan ketajaman bersama PSPS Pekanbaru di Pegadaian Championship 2026/2027, sukses cetak 7 gol dalam 7 laga

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Enam Kemenangan, Terus Melaju di Pegadaian Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Enam Kemenangan, Terus Melaju di Pegadaian Championship 2026/2027

Enam kemenangan beruntun disapu bersih PSPS Pekanbaru di Pegadaian Championship 2026/27 membuatnya makin kokoh di puncak klasemen Grup A

Koleksi 18 Poin, PSPS Makin Nyaman di Puncak Klasemen  

Koleksi 18 Poin, PSPS Makin Nyaman di Puncak Klasemen  

PSPS Pekanbaru tekuk Persikad Depok 3-2 dan kokoh di puncak klasemen Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 dengan 18 poin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer