
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS Pekanbaru melayangkan surat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Manajemen PSPS menilai sanksi tersebut tidak tepat karena laporan yang menjadi dasar penjatuhan hukuman dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul dugaan pelanggaran yang dilakukan panitia pelaksana pertandingan PSPS Pekanbaru kontra Persiku Kudus. Panitia pelaksana dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan setelah pertandingan yang berlangsung pada 26 Oktober lalu.
Dalam laporan yang menjadi dasar sanksi, disebutkan terdapat satu orang personel yang memasuki area Field of Play (FOP) atau area lapangan pertandingan serta ruang ganti (locker room) Persiku Kudus. Personel tersebut dilaporkan tidak menggunakan tanda pengenal atau ID card.
Baca Juga: Sumbang 7 Gol dalam 7 Laga, Antonio Gamaroni Andalan PSPS Pekanbaru
Atas pelanggaran tersebut, PSPS Pekanbaru dijatuhi sanksi denda sebesar Rp20 juta. Namun, manajemen klub berjuluk Askar Bertuah itu tidak menerima begitu saja keputusan tersebut dan memilih mengajukan keberatan secara resmi kepada PSSI.
Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik membenarkan, klubnya menerima sanksi denda tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti yang dinilai dapat membantah laporan yang menjadi dasar penjatuhan sanksi.
“Betul kita kena denda. Namun, kita punya bukti sanksi ini tidak tepat. Dan kita sudah bersurat kepada PSSI terkait hal ini,” ujar Teza, Senin (26/10).
Baca Juga: Raih Ballon d’Or 2026, Harry Kane Patahkan 25 Tahun Pemain Inggris yang Menangkan Trofi Bergengsi
Ia menjelaskan, surat yang dilayangkan manajemen PSPS kepada PSSI memuat permohonan pembatalan sanksi sekaligus meminta agar match commissioner atau pengawas pertandingan yang bertugas dievaluasi.
Menurut Teza, keberatan tersebut berkaitan dengan laporan yang menyebutkan adanya personel tanpa ID card di ruang ganti Persiku Kudus. Padahal, berdasarkan penjelasan manajemen PSPS, personel yang dimaksud merupakan Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu.
“Karena laporannya menyebutkan adanya personel tanpa ID card di locker room. Yang mana personel yang tidak menggunakan ID itu adalah Dirtek Persiku, Kahudi Wahyu,” terangnya.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Enam Kemenangan, Terus Melaju di Pegadaian Championship 2026/2027
Teza mengatakan, foto yang dijadikan bukti keberadaan personel tanpa tanda pengenal tersebut diambil sekitar pukul 18.05 WIB. Menurut dia, pada waktu itu pertandingan telah selesai dan rombongan Persiku Kudus sudah bersiap meninggalkan stadion untuk kembali ke hotel.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



