
MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Lisandro Martinez jadi simbol buruknya pertahanan Manchester United musim ini. Bukan hanya ucapan kontroversialnya tentang kebobrokan manajemen United. Begitu pula permainannya. Akhir pekan lalu (31/10), dia menerima kartu merah dan menyebabkan penalti saat United kalah 0-2 di kandang Chelsea.
Licha pun mulai dianggap sebagai beban United. “Dia (Licha) sudah mulai mengarah ke sana (jadi beban),” ucap Danny Murphy, pandit Match of the Day BBC Sport. “Bek dengan pengalaman dan kualitas seperti dia seharusnya tahu apa yang mesti dia lakukan. Jelas ada sesuatu yang tidak beres dalam pikirannya saat ini. Kondisi mentalnya sedang berbeda,” lanjut mantan gelandang Liverpool FC tersebut.
Licha pun harus membuktikan hal itu salah ketika United menjamu AS Roma dalam matchday keempat fase League Liga Champions di Old Trafford dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 03.00 WIB). Faktanya, bersama Licha, gawang United sudah kebobolan total 15 gol dalam sepuluh laga di semua ajang.
Baca Juga: Bhayangkara FC Jadi Tantangan Perdana PSPS Pekanbaru di League Cup
Tantangan Licha adalah menghentikan Donyell Malen mencetak gol lagi bagi AS Roma. Tahun ini, Malen menjadi pemain paling produktif di lima liga elite Eropa setelah menciptakan 22 gol, dengan 12 gol di antaranya dia cetak di laga tandang.
Malen mengungguli Harry Kane (21 gol), Lamine Yamal (19 gol), Kylian Mbappe (18 gol), dan Erling Haaland (17 gol).
Pengalaman Main di Inggris
Pengalaman Malen bermain bersama Aston Villa, Januari 2025 sampai Januari 2026, bisa berguna saat menghadapi United. Meski, Malen selalu jadi pengganti dan minim menit bermain (total 21 menit) saat dua kali menghadapi The Red Devils –julukan United.
“Semoga jadi pertanda baik untuk kami. Gol-golnya (Malen) dibutuhkan dalam laga kali ini (lawan United, Red),” ucap allenatore AS Roma Gian Piero Gasperini saat diwawancarai DAZN.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, Manchester
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




