
SAARBRUCKEN (RIAUPOS.CO) - Tiga tahun lalu, Siti Fadia Silva Ramadhanti menelan pil pahit dalam final ganda putri Hylo Open di Saarbrucken, Jerman. Gelar yang sudah di depan mata bersama Apriyani Rahayu sirna setelah partner Fadia tersebut mengalami cedera betis kanan.
Apri/Fadia yang memenangi game pertama (21-18) atas pasangan Tiongkok Zhang ShuXian/Zheng Yu pada akhirnya mundur saat skor masih 1-1 di game kedua. Pengalaman pahit tersebut rupanya masih membekas bagi Fadia. Menjelang final Hylo Open 2026, kenangan itu sempat kembali membayangi.
“Sempat ada trauma. Tetapi, saya berusaha fokus lagi saat di lapangan. Lebih tenang dan lebih diatur lagi napasnya lagi,” ungkap Fadia.
Baca Juga: Begini Kata Michael Carrick setelah Manchester United Satu Setrip di Atas Zona Degradasi
Cerita berbeda pun diukir Fadia kali ini. Berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, mereka sukses merengkuh juara. Pasangan unggulan kelima tersebut menundukkan unggulan pertama asal Taiwan, Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun, dengan straight game (21-18, 21-19) pada Ahad (1/11) waktu setempat.
Kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Tiwi/Fadia harus menjaga konsentrasi sejak awal hingga poin-poin akhir. Perlawanan Hsu/Lin membuat pertandingan berjalan ketat, terutama pada game kedua.
“Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan. Kami menerapkan strategi yang sama di game pertama maupun kedua. Namun, di game kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga lawan lebih berani menyerang kami,” beber Fadia.(fiq/dns/jpg)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




