Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hadiri Riau Swimming Championship V 2025, Edi Basri Sayangkan Pengelolaan Aset Olahraga Banyak Terbengkalai

Afiat Ananda • Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:42 WIB
Bakal Calon Ketua KONI Riau Edi Basri (tengah) berfoto bersama juara Riau Swimming Championship V, baru-baru ini.
Bakal Calon Ketua KONI Riau Edi Basri (tengah) berfoto bersama juara Riau Swimming Championship V, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bakal Calon Ketua KONI Riau Edi Basri menghadiri Riau Swimming Championship V 2025 yang digelar di Aquatic Center Pekanbaru, Sabtu (20/12/2025).

Kehadiran Edi Basri tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap atlet dan kejuaraan renang di Riau, tetapi juga dimanfaatkan untuk meninjau langsung kondisi aset-aset olahraga peninggalan iven nasional yang kini memprihatinkan.



Edi Basri yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Riau menyayangkan kondisi sejumlah fasilitas eks ajang besar tersebut.

Menurutnya, banyak aset seperti venue atletik, venue wushu, dan lainnya yang mengalami kerusakan serius dan tidak terawat, bahkan ada venue yang sama sekali tidak dapat difungsikan.

“Salah satu yang paling fatal adalah venue lompat indah. Kondisinya hancur-hancuran, tidak layak dipertandingkan. Bahkan bisa dibilang, lompat indah ini lebih parah karena sama sekali tidak bisa digunakan," ujar Edi Basri .

Ia menilai, kondisi ini sangat ironis mengingat Aquatic Center dibangun dengan anggaran besar dari APBD, mencapai miliaran rupiah. Namun, aset yang seharusnya menjadi pusat pembinaan atlet justru dibiarkan terbengkalai.

"Aset sebesar ini mestinya dirawat dengan baik. Ini dibangun dari uang rakyat, dari APBD miliaran. Masa dibiarkan rusak begitu saja,” tegasnya.

Keprihatinan tersebut, lanjut Edi Basri, menjadi salah satu alasan penting perlunya pembenahan serius dalam tata kelola olahraga di Riau.

Ia pun mengungkapkan gagasannya untuk mendorong regulasi yang lebih berpihak pada pembinaan dan perawatan fasilitas olahraga.

“Kita akan dorong Perda inisiatif, di mana 2,5 persen dari APBD dialokasikan khusus untuk pembinaan olahraga. Nanti juga disupport oleh CSR,” jelasnya.

Menurut Edi Basri, skema pendanaan bisa dirancang secara kolaboratif agar tidak hanya bergantung pada APBD semata.

 

“Bisa saja 1 persen dari APBD, lalu 1,5 persen dari CSR. Itu cara berpikir kita untuk memajukan olahraga Riau secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia berharap, dengan perhatian serius terhadap atlet, fasilitas, dan regulasi, Riau tidak hanya mampu melahirkan prestasi, tetapi juga memiliki ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

 

Editor : Eka G Putra
#koni riau #Edi basri #riau swimming championship #Aset olahraga terbengkalai di riau #Aset terbengkalai #aset olahraga #kejuaraan renang