Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Brahim Diaz Gagal Eksekusi Penalti di Final Piala Afrika Lawan Senegal, Pelatih Maroko Walid Regragui Sampaikan Hal Ini

Edwar Yaman • Senin, 19 Januari 2026 | 22:44 WIB

 

Meski gagal mengeksekusi penalti saat kalah 0-1 di final Piala Afrika lawan Senegal, Brahim Díaz sukses memenangkan Sepatu Emas dengan 5 gol.
Meski gagal mengeksekusi penalti saat kalah 0-1 di final Piala Afrika lawan Senegal, Brahim Díaz sukses memenangkan Sepatu Emas dengan 5 gol.
 

RABAT (RIAUPOS.CO) - Walid Regragui mengatakan waktu tunggu yang lama sebelum penalti Maroko di menit-menit akhir pertandingan mengganggu Brahim Diaz. Hal ini menyebabkan tendangan penaltinya berhasil ditepis kiper Senegal dalam final Piala Afrika di Rabat, Ahad (18/1/2026) waktu Maroko.

Tuan rumah mendapat penalti kontroversial di menit kedelapan waktu tambahan setelah VAR memutuskan bahwa El Hadji Malick Diouf telah melakukan pelanggaran terhadap Díaz di dalam kotak penalti. Hal itu menyebabkan keributan antara kedua tim dan membuat para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai protes atas instruksi pelatih mereka, Pape Thiaw, dan kembali setelah penundaan selama 14 menit.

Secara keseluruhan, Díaz harus menunggu 17 menit sebelum mengambil penalti. Akhirnya dia menendang tepat ke tangan Édouard Mendy.

 Baca Juga: Pemkab Inhil Terbitkan Perbup, Gaji ASN dan PPPK Bakal Segera Dibayarkan

Tim asuhan Pape Thiaw akhirnya memenangkan final setelah Pape Gueye dari Villarreal mencetak gol kemenangan di menit keempat perpanjangan waktu. Itu adalah akhir yang kejam bagi Brahim Diaz fi turnamen ini, kendati penyerang Real Madrid itu memenangkan Sepatu Emas untuk lima golnya.

"Dia punya banyak waktu sebelum mengambil penalti yang pasti mengganggunya," kata Regragui.

"Tapi kita tidak bisa mengubah apa yang terjadi. Begitulah cara dia memilih untuk mengambil penalti. Kita perlu melihat ke depan sekarang. Pertandingan yang kami jalani memalukan bagi Afrika," tambahnya.

"Ketika seorang pelatih kepala meminta para pemainnya untuk meninggalkan lapangan, ketika dia mengatakan hal-hal yang sudah dimulai di konferensi pers [sebelum pertandingan, ketika Senegal menuduh Maroko menggunakan taktik tidak sportif]. Dia harus tetap berkelas, baik dalam kemenangan maupun kekalahan.”

"Apa yang dilakukan Pape [Thiaw] malam ini tidak menghormati Afrika. Dia sekarang adalah juara Afrika, jadi dia bisa mengatakan apa pun yang dia inginkan, tetapi mereka menghentikan pertandingan selama lebih dari 10 menit.”

"Itu tidak membenarkan cara Brahim menendang [penalti], dia menendangnya seperti itu dan kami harus mengakuinya. Kami perlu melihat ke depan sekarang, dan menerima bahwa Brahim gagal mencetak gol."***

Editor : Edwar Yaman
#maroko #piala afrika #senegal #Walid Regragui #gagal eksekusi penalti #brahim diaz