Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Luapkan Emosi di Montilivi

jpg • Senin, 16 Februari 2026 | 14:01 WIB

robert lewandowski
robert lewandowski


GIRONA (RIAUPOS.CO) - Kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2) dini hari memicu evaluasi internal FC Barcelona (FCB). Sehari setelah laga di Metropolitano, entrenador Hansi Flick berbicara tegas di pusat latihan klub. Dia mempertanyakan identitas dan komitmen pemain dalam pertandingan tersebut.

Namun, seperti dilaporkan The Athletic, evaluasi tersebut berjalan dua arah. Karena, sejumlah pemain juga menyampaikan pandangannya kepada Hansi. Mereka menilai taktik garis pertahanan sangat tinggi dan pressing agresif yang diterapkan pelatih 60 tahun itu tidak selalu tepat. Atletico sering mengeksploitasi ruang di belakang lini belakang.

Nah, hasil dari evaluasi itu akan terlihat saat Barcelona bertandang ke markas Girona di Stadion Montilivi dalam jornada ke-24 LALIGA dini hari nanti (siaran langsung: beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB). Hansi dan Barcelona harus membawa pulang tiga poin, jika ingin menggeser kembali Real Madrid dari puncak klasemen sementara.

Di atas kertas, peluang Barcelona meraih kemenangan cukup terbuka. Blaugrana -julukan Barcelona- telah memenangi empat dari lima lawatan ke Montilivi. Musim lalu, mereka juga menang 4-1 di sana. Ketajaman FCB itu masih berlanjut di LALIGA musim ini dengan catatan 29 gol dalam laga tandang.

Baca Juga: Bahas Kegiatan Olahraga dan Kepemudaan, Dispora Riau Gelar Rakor

Pertahanan Girona  Paling Rapuh

Sebaliknya, Girona termasuk tim dengan pertahanan paling rapuh. Mereka sudah kebobolan 18 gol di Montilivi. Jumlah itu sejajar dengan Sevilla dan hanya lebih baik dari Levante (20).

Meski dapat sorotan, tapi Hansi kemungkinan besar tidak akan mengubah pendekatan secara drastis lawan Girona. “Kami kurang dalam pressing (lawan Atletico). Terkadang, pengalaman seperti ini justru baik untuk menjadi pelajaran. Setelah itu, kami bermain lebih baik,” ucap Hansi dikutip dari Barca Universal.

Raphinha Jadi Kunci

Terlepas dari persoalan taktik, kekalahan lawan Atletico semakin menegaskan peran Raphinha dalam tim. Dari enam kekalahan yang diterima Barcelona musim ini, lima diantaranya didapat ketika wide attacker 29 tahun itu absen, termasuk saat lawan Atletico. Raphinha menepi karena cedera hamstring.

Satu-satunya pengecualian terjadi saat Barcelona bertandang ke markas Chelsea di fase league Liga Champions pada November lalu. Itu pun Raphinha hanya tampil sebagai pemain pengganti. Dia masuk saat tim sudah tertinggal 0-2 dan bermain dengan 10 pemain.

Meski begitu, Direktur Olahraga Barcelona, Deco menegaskan bahwa masalah utama bukan sekadar komposisi skuad. “Ini bukan soal siapa yang ada atau tidak ada. Ini soal intensitas,” kata Deco kepada TV3.

Baca Juga: Bahas Kegiatan Olahraga dan Kepemudaan, Dispora Riau Gelar Rakor

“(Tapi) ketika pemain kembali, tentu lebih baik.”

Lalu, apakah Raphinha bisa tampil lawan Girona?

Marca melaporkan bahwa winger asal Brasil itu sudah kembali berlatih bersama tim pada Jumat (13/2).(ka/bas/jpg/muh)

Laporan JPG, Girona

Editor : Arif Oktafian
#olahraga #bola #girona