COMO (RIAUPOS.CO) - Pelatih Como, Cesc Fabregas, telah meminta maaf karena melakukan kontak dengan pemain AC Milan di dekat garis pinggir lapangan dalam pertandingan Serie A yang berakhir imbang 1-1 pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB di San Siro.
Pada menit ke-78, bek kanan Milan, Alexis Saelemaekers, kehilangan kendali bola di dekat garis pinggir lapangan di depan Fabregas. Saat pemain tersebut mencoba bertahan dari serangan balik Como, momentumnya tampaknya membawanya mundur ke arah pelatih asal Spanyol tersebut, yang mengangkat lengan kanannya dan melakukan kontak dengan Saelemaekers.
Pemain Milan tersebut bereaksi dengan marah dan menunjuk ke arah Fabregas sebelum berlari menuju areanya. Kedua pelatih kemudian terlibat adu mulut di pinggir lapangan, dan pelatih Milan, Massimiliano Allegri, mendapat kartu merah.
Baca Juga: Usai Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka, Dokter Richard Lee Tidak Ditahan, tapi Wajib Lapor
"Saya meminta maaf sekali lagi," kata Fabregas.
"Saya sudah melakukannya secara terbuka. Saya tidak bangga akan hal itu. Saya telah melakukan sesuatu yang mungkin tidak sportif. Memang benar itu hanya sentuhan kecil, Anda seharusnya tidak melakukannya, terutama seorang pelatih,” lanjut pelatih 38 tahun itu.
"Saya mengerti bahwa dia [Saelemaekers] marah. Saya meminta maaf kepada pelatih [Allegri], saya sudah melakukannya kepada para pemain [Milan] Luka [Modric], [Mike] Maignan dan Saelemaekers. Saya akan belajar dari ini dan saya harap saya tidak akan mengulanginya lagi dalam karier saya."
Sebelum konferensi pers pascapertandingan dan masih dalam suasana panas, Allegri ( 58) mengkritik Fabregas.
"Lain kali ada yang berada di garis gawang, saya juga akan turun ke lapangan dan melakukan tekel," kata pelatih Milan itu kepada Dazn.
Kemudian ia mengatakan dalam konferensi pers pasca pertandingan:
"Ketika Anda berada di lapangan, Anda harus menghormati lawan dan wasit. Dia adalah pelatih yang sangat muda, dia baru memulai. Dia melakukannya dengan baik. Saya harap dia memenangkan banyak pertandingan dalam kariernya dan memiliki semua kemampuan untuk melakukannya. Seorang pelatih muda seperti dia membutuhkan pengalaman, dengan pengalaman Anda akan berkembang, Anda akan menjadi lebih dewasa."
Hasil pertandingan Rabu membuat Milan berada di posisi kedua klasemen, tujuh poin di belakang pemimpin Serie A, Inter.***
Editor : Edwar Yaman