MADRID (RIAUPOS.CO) - Kekalahan 1-2 dari CA Osasuna di Stadion El Sadar, Pamplona dalam jornada ke-25 LALIGA dini hari kemarin (22/2) bukan hanya mengakhiri tren positif sembilan kemenangan beruntun Real Madrid. Laga itu juga menegaskan persoalan lama: kesulitan menembus blok pertahanan rendah dan ketergantungan berlebih di sektor kiri serangan.
Sepanjang musim ini Madrid sering menguasai bola, tapi kesulitan menyerang ketika menghadapi tim dengan pertahanan rendah (low block). Pola itu terlihat saat melawan Osasuna. Los Blancos menguasai bola hingga 81 persen, mengontrol babak pertama, tetapi tempo permainan yang lambat membuat pergerakan mudah dibaca lawan.
Entrenador Madrid, Alvaro Arbeloa mengakui persoalan tersebut. “Babak pertama kami cukup mengontrol permainan, tetapi tempo kami sangat kurang melawan pertahanan rapat. Anda harus menggerakkan bola jauh lebih cepat, atau mereka akan dengan mudah bertahan,” beber Arbeloa dikutip dari Diario AS.
Selain itu, Arbeloa juga menyoroti pola serangan yang terlalu condong ke kiri. Di situ, Los Blancos -julukan Real Madrid- seakan berharap pada momen-momen ajaib yang diciptakan Vinicius Jr atau Kylian Mbappe. “Kami harus mampu menembus pertahanan di kedua sisi. Saat ini, kami lebih banyak fokus pada permainan di sayap kiri, dan kami perlu mampu melakukan hal yang sama di sisi lainnya,” ucapnya. Editor : Arif Oktafian