JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hasil tes pramusim terakhir di Buriram akhir pekan lalu (21–22/2) mengisyaratkan potensi duel ”Italia” antara motor Ducati dan Aprilia di barisan depan. Meski bukan gambaran sempurna untuk 22 seri MotoGP musim ini, karakter stop-and-go Buriram cukup memberi gambaran tentang performa pengereman, akselerasi, dan stabilitas saat masuk tikungan. Dalam seluruh aspek tersebut, Ducati dan Aprilia konsisten berada di depan.
Mesin Lama Tak Masalah
Kepercayaan diri pun terpancar dari hampir seluruh pembalap Ducati. Bahkan, pembalap VR46, Franco Morbidelli, yang menggunakan mesin lama GP25, mengklaim motornya mengalami peningkatan signifikan. ”Dibandingkan tahun lalu, aku empat persepuluh detik lebih cepat,” ujar Morbidelli seperti dikutip dari GPOne seusai tes pramusim di Bahrain.
Tetap Perlu Disempurnakan
Namun, itu bukan berarti Ducati tanpa cela. Francesco Bagnaia mengakui masih ada detail teknis yang perlu disempurnakan. ”Terkadang aku bisa mengerem dengan baik, sementara di lain waktu motor mulai gerak. Tetapi, itu karena aku mungkin memasuki tikungan dengan kecepatan lebih tinggi,” tutur pembalap Ducati Lenovo itu.
Bukan Lagi Telat Bersaing
Di sisi lain, Aprilia terlihat lebih matang dibanding awal musim lalu. Marco Bezzecchi dan Ai Ogura konsisten dalam simulasi jarak panjang. Keduanya juga memuncaki daftar waktu tercepat selama dua hari tes di Buriram. Aprilia pun tak lagi diprediksi sebagai ”penantang paruh musim” seperti tahun lalu, tapi berpotensi menekan Ducati sejak seri pembuka.
Pengakuan datang dari pembalap KTM Pedro Acosta. “Memang benar (saat long run) Aprilia dan Ducati terlihat menakutkan,” kata Acosta. ”Tetapi, aku juga cukup senang karena kami berhasil menyelesaikan 24-25 lap tanpa merusak ban. Ada perbedaan besar dibandingkan tahun lalu,” lanjutnya.
Honda Kecewa
Sementara itu, pembalap Honda Joan Mir sedikit kecewa dengan motor RC213V. Terutama soal grip belakang. ”Di Sepang, kami harus meningkatkan cengkeraman karena itu adalah kelemahan kami. Sayangnya, itu tidak terjadi (di Buriram). Saat ini Ducati dan Aprilia berada di level yang berbeda,” tuturnya.
Yamaha Belum Siap
Situasi paling berat dihadapi Yamaha. Motor V4 baru dinilai belum siap bersaing. Fabio Quartararo terlihat frustrasi. Dia hanya berada di posisi ke-17 daftar keseluruhan di tes Buriram. ”Kami tidak siap, dan kami mungkin juga tidak akan siap dalam waktu satu bulan,” jelasnya.(ka/dns/jpg)
Laporan JPG, Jakarta
Editor : Arif Oktafian