BIRMINGHAM (RIAUPOS.CO) – Keputusan PBSI memberangkatkan skuad Indonesia lebih awal ke All England 2026 untuk aklimatisasi dan training camp singkat dianggap krusial bagi Alwi Farhan. Tunggal putra Indonesia itu mengaku sangat terbantu saat debut dalam turnamen yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Inggris, 3–8 Maret mendatang.
Alwi mengaku termasuk pemain yang cukup lama beradaptasi dengan jetlag saat bertanding di Eropa. Dalam beberapa turnamen sebelumnya, jadwal yang mepet kerap membuatnya belum sepenuhnya pulih ketika sudah harus turun bertanding.
”Biasanya, kalau main di Eropa, pekan pertama susah adaptasi. Datang hari Ahad, Selasa sudah main. Itu sangat berpengaruh karena belum bisa tidur cukup,” tutur pebulutangkis berusia 20 tahun tersebut.
Program aklimatisasi disebutnya sebagai langkah tepat. ”Dengan adanya TC sebentar sebelum pertandingan, saya harap saya dan teman-teman bisa bertanding lebih maksimal,” imbuh Alwi.
Di babak pertama All England, Alwi dijadwalkan menghadapi Ayush Shetty asal India. Persiapan panjang sudah dijalani pebulutangkis ranking ke-14 dunia itu. Tiga pekan terakhir diakuinya menjadi fase latihan yang cukup berat. Menu fisik dan teknik dikombinasikan untuk membangun pondasi sebelum berangkat ke Inggris. Editor : Arif Oktafian